Kang Woto: Bangga Siswa Mengerjakan dengan Jujur

51
KEBERSAMAAN: Bupati Magetan Suprawoto, Kepala Disdikpora Djoko Santoso, para kepala SMP dan MTs se-Kabupaten Magetan dan tim dari Jawa Pos Radar Madiun.

MAGETAN – Pelaksanaan UNBK SMP sederajat masih 22 April mendatang. Tapi, dinas pendidikan (dindik) menyatakan ada sekitar 16 sekolah yang belum bisa menyelenggarakan UNBK secara mandiri. Dengan begitu, belasan sekolah tersebut harus menggabung dengan lembaga lain supaya siswa mereka bisa tetap ikut ujian.

Salah satunya bakal dialami oleh SMP Persatuan Maospati. Saat pelaksanaan UNBK SMP nanti, mereka mesti nebeng ke SMPN 3 Maospati. ‘’Mereka menggabung karena kekurangan sarpras (sarana dan prasarana, Red),’’ kata Kabid Pendidikan Dasar dan SMP Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Magetan Suroso kemarin (27/3).

Selain terkendala sarpras, lanjut Suroso, juga karena minimnya jumlah siswa yang ikut ujian. Seperti diketahui, batas minimal sekolah bisa menyelenggarakan UNBK secara mandiri adalah 20 siswa. Untuk SMP Persatuan Maospati, jumlah siswanya hanya lima anak. ‘’Jadi, ada aturan yang harus ditepati,’’ ujarnya.

Suroso mengungkapkan, kendati banyak sekolah yang menggabung saat UNBK, tapi persentase pelaksanaannya sudah 100 persen. Dia menyatakan tidak ada sekolah yang masih menggunakan kertas sebagai ujian (paper based test). ‘’Kami sudah melangkah mempersiapkan pelaksanaan UNBK SMP bulan depan. Bahkan, semua kepala sekolah telah diberikan pengarahan langsung oleh bupati kemarin,’’ tuturnya.

Sementara itu, Bupati Magetan Suprawoto mengatakan pemkab sebenarnya sudah berupaya mencukupi kebutuhan komputer di beberapa sekolah. Hanya, diakuinya, itu semua masih belum meng-cover seluruh sekolah.

Namun demikian, dia berharap pada pelaksanaan UNBK SMP tahun ini hasilnya bisa memuaskan. Serta mendorong siswa agar mengerjakan soal secara mandiri. ‘’Saya akan tetap bangga. Meskipun rata-rata nilai UNBK yang nantinya didapat belum maksimal, tapi itu semua diperoleh siswa dengan jujur. Saya lebih bangga lagi kalau rata-rata nilainya baik dan diperoleh dengan jujur,’’ ungkap bupati yang akrab disapa Kang Woto itu. (bel/c1/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here