Kanang Bersyukur DPP PDIP Memilih Johan Budi

720

NGAWI – Bupati Ngawi Budi ”Kanang” Sulistyono telah memutuskan tidak nyaleg DPR RI. Pria yang kemarin (18/7) genap berusia 58 tahun itu lebih memilih meneruskan perjuangannya sebagai AE-1 Ngawi. ‘’Kalau maju ke provinsi saya ikhlas, lha ini ke Jakarta,’’ kata Kanang, Rabu (18/7).

Keputusan itu murni alasan personal. Bukan karena faktor lain. Termasuk ”kalah bersaing” dengan Johan Budi Sapto Prabowo, mantan juru bicara komisi pemberantasan korupsi (KPK) yang kini juru bicara kepresidenan. ‘’Sebelumnya saya ditanya sama Pak Sekjen (Hasto Kristiyanto), kira-kira lebih nyaman di mana?’’ ungkapnya.

Kala itu Kanang menjawab, jika diizinkan partai, dia memilih meneruskan amanah masyarakat menyelesaikan kepemimpinannya sebagai bupati Ngawi hingga 2021. Kanang juga menegaskan tidak akan berpaling dari PDIP yang sudah membesarkannya. ‘’Meski batal (nyaleg) saya tetap akan bersama PDIP melanjutkan amanah sebagai bupati,’’ terangnya.

Alasan Kanang itu direstui DPP PDIP. Sebagai penggantinya, DPP meminta Johan Budi maju sebagai bakal calon legislatif (bacaleg) DPR RI untuk Daerah Pemilihan (Dapil) 7 Jatim. Kanang menilai keputusan itu sangat tepat. Sebab, rekam jejak Johan Budi cukup baik dalam penegakan hukum, khususnya korupsi. ‘’Saya sangat bersyukur. Selain publik figur, Johan Budi juga tokoh penegakan hukum,’’ ungkapnya.

Selama ini, bupati yang kerap disapa Mbah Kung tersebut memang telah mempersiapkan diri. Itu pun hanya untuk memenuhi permintaan DPP PDIP. Saat injury time sempat ditawari lagi. Namun, jawaban Kanang tidak berubah. ‘’Kalau di-polling juga belum tentu masyarakat Ngawi lebih suka saya jadi bupati daripada DPR RI,’’ kilahnya.

Kanang sempat sounding ke beberapa stakeholder Ngawi. Hasilnya, kebanyakan ingin Kanang tetap di Ngawi sampai 2021. ‘’Jadi, nggak ada itu (bersaing), dia (Johan Budi, Red) ditarik ke sini setelah saya memutuskan tidak melanjutkan proses ini (pencalegan, Red),’’ tegasnya.

Kabar Kanang bakal nyaleg DPR RI sudah mencuat sejak akhir tahun lalu. Isu transisi kekuasaan pun berkembang. Apalagi, beberapa bulan menjelang pendaftaran bacaleg, Kanang telah melakukan serangkaian tes dan persiapan lainnya. Namun, di menit akhir Kanang memutuskan memilih melanjutkan perjuangan membangun Ngawi.

Sebelum membeber alasannya batal nyaleg kemarin, Kanang mendapat suprise dari para awak media. Mereka membuat kegaduhan di depan ruang tunggu tamu hingga membuat petugas satpol PP turun tangan. Kanang pun sempat terpancing hingga mengeluarkan nada tinggi melihat kegaduhan tersebut.

Tapi, tiba-tiba salah seorang jurnalis membawakan kue ulang tahun. ‘’Ini sebagai kejutan untuk Pak Bupati yang berulang tahun ke-58 sekaligus bersyukur karena telah memilih bertahan di Ngawi,’’ ungkap Asfi Manan, salah seorang wartawan. (tif/c1/sat)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here