Kamto Tinggal di Gubuk Reyot Bersama Kucing Liar

1137
REYOT: Kamto sedang berada di depan rumahnya yang tidak layak huni.

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Sungguh merana nasib Sukamto. Pria sepuh itu tinggal di rumah berukuran sekitar 4×5 meter yang jauh dari kata layak huni. Dindingnya dari anyaman bambu yang sudah lapuk di sana sini. Pun tanpa aliran listrik. ‘’Sudah puluhan tahun tinggal di sini. Ini dulu bantuan dari pamong dan kasun,’’ ungkapnya Selasa (8/10).

Saban hari Kamto –sapaan akrab Sukamto- hanya ditemani beberapa kucing liar di rumahnya. Pun, dia berupaya memberinya makanan yang terbilang mewah. Mulai mi instan campur minyak jelantah hingga kepala ayam. ‘’Kasihan kalau tidak diberi makan,’’ ucapnya.

Uang untuk kebutuhan sehari-hari maupun untuk memberi makan kucing diperoleh Sukamto dari jatah bantuan pemerintah yang didapatnya tiap bulan. Bantuan beras dan kebutuhan pokok ditukarnya dengan uang senilai Rp 70 ribu ke salah seorang warga. ‘’Sebulan cuma segitu,’’ ujar warga Dusun Paron, Jambangan, Paron, itu sembari menyebut 11 saudaranya yang merantau ke luar kota tak pernah menjenguknya.

Martono, ketua RT setempat, menyebut bahwa sejumlah warga yang iba dengan kondisi Kamto sesekali memberikan bantuan pada kakek tersebut. Selain nasi, kerap berupa beras dan mi instan. ‘’Dulu rumahnya sempat dialiri listrik oleh tetangga. Tapi, karena Pak Kamto sungkan akhirnya saluran diputus. Sekarang kalau malam ya gelap,’’ tuturnya. (gen/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here