Kampanye Literasi ala Inda Raya: Membuka Jendela Dunia

19

MADIUN – Raden Ajeng (RA) Kartini berjuang dengan caranya. Bukan senjata. Tapi dengan pena dan tulisannya. Berkat perjuangannya, perempuan di Nusantara merasakan kesetaraan gender. Di era digital sekarang, banyak yang meneruskan perjuangannya. Salah satunya dengan menjadi pejuang literasi.

Literasi sangat penting bagi perempuan. Mengingat kodrat perempuan sebagai seorang ibu. Kemudian, ibu menjadi sekolah pertama bagi anak-anaknya. Segala sumber pengetahuan yang dia dapatkan kali pertama dari ibunya dikemudian hari berpengaruh terhadap masa tumbuh kembang anaknya. ’’Disinilah pentingnya literasi bagi seorang perempuan,’’ ujar Inda Raya Ayu Miko Saputri, salah seorang pejuang literasi di Kota Karismatik.

Perempuan yang sebentar lagi akan dilantik menjadi Wakil Wali Kota Madiun itu memang getol di bidang literasi. Ada banyak kegiatan literasi yang sudah dilakukan. Tak hanya dengan sasaran perempuan, tapi juga anak-anak di Kelas Inspirasi (KI). Inda Raya tercatat sebagai relawan. ’’Intinya untuk menambah pengetahuan dan wawasan,’’ ujar putri dari mantan Wali Kota Madiun Kokok Raya itu.

Di mata Inda Raya, membaca sudah menjadi kebiasaan dan kebutuhan wajib. Apalagi bagi seorang perempuan. Sebab, dari membaca menjadi jendela dunia bagi perempuan untuk mendapatkan beragam inspirasi kehidupan yang bermanfaat untuk dirinya sendiri dan lingkungan sosialnya. ’’Membaca menambah wawasan pengetahuan dan banyak informasi bisa dipetik perempuan dari membaca,’’ jelasnya.

Nah, Inda Raya punya tip untuk perempuan terutama ibu-ibu agar terbiasa dengan membaca. Yakni, dimulai dengan membaca bacaan yang ringan dan disukai. Semisal, buku tentang pola asuh anak, persahabatan, keluarga sampai dengan buku resep memasak. ’’Bisa dengan resources dari manapun ya,  bacaan ringan yang erat. Karena perempuan jauh cenderung lebih bisa mencerna banyak hal,’’ paparnya.

Apalagi di era revolusi 4.0 dimana akses mendapatkan informasi mudah. Dengan membaca, diharapkan perempuan bisa membedakan informasi hoaks dan fakta. Terkait kebiasaan membaca, dia biasa menyempatkan waktu membaca di waktu senggang. ’’Baca di perjalanan kereta atau malah pas anak-anak tidur,’’ ungkapnya.

Apa bacaan favorit? Inda Raya langsung menjawab buku favoritnya adalah Chicken Soup for The Soul. Inda Raya telah menyelami  beragam series dari buku tersebut. Dia betah berlama-lama membaca setiap lembaran buku tersebut. ’’Itu bukunya bukan buku berbahasa Inggris lho ya. Hanya judulnya saja (Bahasa Inggris, Red). Buku ini berisi cerita-cerita dari seluruh dunia tentang motivasi kehidupan, kegagalan, keberhasilan, kekeluargaan sampai persahabatan,’’ ujarnya.

Inda Raya berpesan agar perempuan-perempuan Indonesia ke depan semakin berdaya. Gambaran Kartini zaman now adalah sosok perempuan modern yang berkarya sesuai dengan bidangnya masing-masing. ’’Prinsipnya tidak melupakan kodrat sebagai ibu rumah tangga dengan segala pekerjaan domestiknya,’’ pungkasnya. (dil/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here