Ngawi

Kali Terakhir Kanang Lantik Pejabat selama Jadi Bupati 2 Periode

Pandemi Gusur Jadwal Pelantikan

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Posisi sekretaris dewan (sekwan) DPRD Ngawi yang lowong akhirnya terisi. Joko Sumaryadi yang sebelumnya menjabat kabag persidangan sekwan setempat, Selasa (4/8) resmi menduduki jabatan tersebut setelah menyisihkan dua kandidat lain.

Selain kursi sekwan, dua jabatan tinggi lainnya yang sebelumnya kosong juga terisi. Yakni, staf ahli bupati bidang hukum, politik, dan pemerintahan yang kini dijabat Supardi, serta kepala dinas perpustakaan dan kearsipan diisi oleh Kartika Wari Pinilih.

Secara keseluruhan, ada sebanyak 37 pejabat tinggi pratama, administrator, dan pengawas yang dilantik kali ini. ‘’Sebenarnya izin untuk pelantikan ini sudah turun sekitar dua pekan lalu. Tapi, karena kondisi, baru bisa dilaksanakan hari ini,’’ kata Bupati Budi ’’Kanang’’ Sulistyono usai prosesi pelantikan di halaman Pendapa Wedya Graha kemarin pagi.

Dia menyebut, mundurnya jadwal pelantikan tidak terlepas dari kondisi pandemi Covid-19. Kantor Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Ngawi harus di-lockdown setelah salah seorang ASN-nya terpapar virus korona. ‘’Ini (pelantikan, Red) juga menjadi sejarah baru, pelantikan pejabat di tengah situasi pandemi. Maka, tata caranya juga kami buat berbeda, menerapkan protokol kesehatan,’’ paparnya.

Ya, proses pelantikan pejabat kemarin sengaja digelar di halaman Pendapa Wedya Graha tanpa menggunakan peneduh apa pun. Masing-masing pejabat yang dilantik wajib mengenakan sarung tangan serta masker dan face shield. Selain itu, menjaga jarak minimal 1,5 meter. Pun, tamu yang diundang dibatasi.

Di sisi lain, Kanang tak menampik proses pengisian beberapa jabatan yang kosong itu ada kaitannya dengan pelaksanaan Pilkada Ngawi. Pihaknya harus mendapatkan izin lebih dulu dari pemerintah pusat sebelum melakukan seleksi pengisian jabatan tersebut maupun prosesi pelantikannya.

Pria yang akrab disapa Mbah Kung itu juga menyebut bahwa pelantikan kemarin menjadi yang terakhir bagi dirinya selama dua periode menjabat bupati hingga Februari 2021 mendatang. Kecuali ada kejadian luar biasa yang memaksa pihaknya kembali melakukan pengisian jabatan.

‘’Yang jelas, ada satu yang tidak boleh, yakni mutasi jabatan. Yang kami lakukan sekarang ini kan hanya mengisi jabatan kosong atau promosi (jabatan) dalam instansi yang sama,’’ pungkasnya. (tif/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close