Kali Madiun Meluap, 45 Warga Ngungsi

94

MAGETAN – Dua Desa di Kecamatan Kartoharjo, dikepung banjir kemarin (7/3). Ratusan rumah di Desa Ngelang dan Jajar pun tergenang. Ketinggian air tercatat mencapai 70–115 sentimeter. Bahkan, sekitar 45 warga terpaksa diungsikan karena rumah mereka terendam banjir.

Aktivitas belajar siswa di SDN Ngelang 1 juga diliburkan. Karena sekolah itu dijadikan sebagai posko pengungsian sementara korban banjir. Selain di SDN Ngelang 1, warga terdampak banjir juga mengungsi di puskesmas pembantu (pustu) desa setempat.

Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magetan Ari Budi Santosa mengakui bahwa genangan di Ngelang cukup tinggi mulai Rabu malam sampai kemarin dini hari. Tercatat ketinggian air di sejumlah rumah penduduk mencapai sekitar satu meter. ‘’Saat ini proses evakuasi dan assessment di lokasi banjir terus kami lakukan,’’ katanya kepada Radar Magetan.

Ari menjelaskan, musibah banjir terjadi lantaran volume Sungai Ulo dan beberapa saluran air di Desa Ngelang tak mampu lagi menampung luapan Kali Madiun. Di sisi lain, pada Kamis dini hari hujan terus-menerus mengguyur. Sehingga menyebabkan ratusan hektare sawah petani gagal panen. ‘’Status menjadi tanggap darurat bencana,’’ ujarnya.

Sementara dalam proses evakuasi warga terdampak banjir di Ngelang, BPBD yang sempat terkendala sarana prasarana (sarpras) telah mendapat bantuan tenaga dari TNI dan Polri. Total ada sekitar empat unit perahu karet yang dikerahkan oleh petugas gabungan untuk menyisir dan mengevakuasi korban banjir.

Bupati Magetan Suprawato yang mendapati warga Ngelang terdampak banjir langsung meluncur ke lokasi kejadian. Perhatian lebih diberikan kepada mantan sekjen Kementerian Kominfo itu terhadap korban banjir. Seperti pemberian bantuan logistik, pendirian dapur umum, serta pos kesehatan.

Dia meminta organisasi perangkat daerah (OPD) yang terkait dengan penanganan korban bencana untuk memberikan bantuan pelayanan maksimal. Bupati yang akrab disapa Kang Woto itu juga berharap kepada warga yang masih bertahan di rumah untuk segera mengungsi. Karena dikhawatirkan debit banjir meningkat. ‘’Saya sudah perintahkan kepada OPD terkait untuk tetap siaga 24 jam di lokasi bencana mengantisipasi apabila terjadi banjir susulan,’’ terang Kang Woto. (mgc/c1/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here