Kalahkan Erpin, Suwardi ‘Becak Lawu’ Pertahankan Gelar

835

MAGETAN – Suwardi kembali mengharumkan Bumi Ki Mageti. Petarung mixed martial arts (MMA) itu kembali berlaga untuk mempertahankan gelar juara sabuk kelas terbang di One Pride Pro Never Quit Fight Night 26, Sabtu (9/2).

Petarung berjuluk Becak Lawu itu menang atas lawannya Erpin Syah yang menyerah pada ronde kedua. ’’Dua ronde, tapi rasanya sangat lama. Habis tenaga,’’ kata pria kelahiran 25 Desember 1984 itu.

Terkesan mudah memang, dari lima ronde Suwardi hanya perlu dua ronde untuk bisa mengangkat sabuk juara. Namun, dia harus mengerahkan semua tenaganya dalam waktu 10 menit tersebut. Biarpun lawannya keok pada ronde kedua, Suwardi mengaku lawannya yang berasal dari Tangerang itu bukan lawan mudah. Bahkan, sempat terjadi insiden pada ronde kedua. Di mana, tangan Suwardi menyolok mata kiri Erpin. ’’Itu tidak sengaja,’’ ujar ayah tiga anak itu.

Membabi butanya serangan yang diberikan Erpin juga membuat Suwardi babak belur. Dia berdarah–darah. Sang putri Jane Pranaharum yang mendampinginya tak kuasa menahan tangis. Dia seolah merasakan kesakitan yang dirasakan sang ayah. Namun, kehadiran sang putri membuatnya kembali bangkit. Hingga akhirnya dia berhasil menyudahi pertarungan dengan Erpin. ’’Hanya anak pertama yang melihat. Karena harus di atas 17 tahun,’’ tuturnya.

Tak hanya berdarah-darah, tangan kanan Suwardi bahkan cedera. Retak. Cukup parah memang. Setidaknya dia butuh waktu hingga dua bulan ke depan untuk recovery. Sehingga, dia tidak bisa latihan yang berat-berat. Hanya latihan ringan yang bisa dikerjakan. Meski namanya recovery, badannya tidak boleh diam. Tetap harus beraktivitas. ’’Paling diisi dengan safari. Karena saya kan aktif di organisasi juga,’’ terangnya.

Tidak ada jurus jitu yang dikeluarkan Suwardi untuk bisa menang atas lawan-lawannya. Pun, tidak ada porsi latihan khusus sebelum bertanding. Suwardi hanya mengingat keluarga dan pendukungnya. Apalagi, saat bertanding, ribuan pendukungnya rela hadir di arena memberinya semangat. Itulah yang membuat rasa sakit saat bertanding bisa hilang. ‘’Karena saat bertanding, saya mempertaruhkan semua. Yang saya ingat hanya berjuang,’’ tegasnya.

Kemenangannya kali ini, diakui Suwardi, bukan hanya untuknya. Selain keluarga dan pendukung, tentu saja Magetan. Dia tidak lupa dengan kampung halamannya. Dia ingin mengharumkan daerahnya lewat prestasi. Sebab, setiap orang memiliki kemampuan dan kesempatan tersendiri untuk membanggakan daerah asalnya. ’’Lewat MMA ini saya bisa membawa Magetan ke daerah luar,’’ pungkasnya. (bel/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here