Kakek 87 Tahun ini Bertahan Tinggal di Rumah yang Nyaris Roboh

411

MAGETAN  – Rumah di Desa Sempol itu sangat berarti bagi Sadikun. Kendati kakek 87 tahun itu tinggal sebatang kara di sana. Kondisi rumah yang telah dihuni 19 tahun itu tidak hanya sangat sederhana. Tetapi nyaris ambruk sehingga sudah tak layak huni lagi. Setahun sudah, si pemilik rumah telah mengajukan bantuan renovasi ke pemerintah desa setempat. ‘’Saya sudah pasrah,’’ kata kakek yang hobi melukis ini.

Kedua anaknya sudah berkali-kali meminta Sadikun ikut tinggal bersama keluarga mereka. Tetapi, berat hati Sadikun jika harus angkat kaki dari rumah yang telah dibangunnya dengan susah payah itu. Harapan satu-satunya tinggal menanti renovasi dari pemerintah. ‘’Rumah ini menyimpan banyak kenangan,’’ ujarnya.

Kaur Umum Pemdes Sempol Gunawan menegaskan, pengajuan bantuan renovasi rumah itu sudah proses pelengkapan data. Pun, telah diteruskan ke Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Magetan. ‘’Sudah saya ajukan, tetapi ada data yang kurang. Semoga lekas ditindaklanjuti,’’ katanya saat meninjau rumah Sadikun kemarin.

Gunawan tak menampik kondisi rumah Sadikun sangat memprihatinkan. Selain nyaris roboh, sehari-hari tanpa dilengkapi penerangan. Atapnya yang rusak juga kerap memicu terjadinya genangan. (mgc/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here