Kakak Adik Edarkan Sabu 70,53 Gram, Pelaku Jaringan Lapas

232
KERJA KERAS: Kapolres Madiun Kota AKBP Nasrun Pasaribu menunjukkan barang bukti sabu-sabu puluhan gram yang diamankan dari tersangka RZ dan YN.

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Peredaran narkoba jaringan lapas di Kota Madiun belum habis. Baru-baru ini petugas Satreskoba Polres Madiun Kota meringkus RZ dan YN, kakak adik, warga Jalan Asahan, Kelurahan/Kecamatan Taman. Barang buktinya tergolong kakap untuk ukuran pengedar. Yakni, sabu-sabu seberat 70,53 gram dan 47 butir pil ekstasi!

Penangkapan dua pengedar kakap itu dilakukan Jumat (16/8) sekitar pukul 14.35 di kawasan Jalan Soekarno-Hatta. Polisi lebih dulu mengamankan YN, 21, yang tengah mengendarai mobil Xenia hitam nopol AE 1351 FB. Petugas yang sudah curiga menghentikan tersangka dan melakukan penggeledahan. ’’Tim kami menemukan barang bukti berupa sabu,’’ kata Kapolres Madiun Kota AKBP Nasrun Pasaribu kepada awak media Selasa (20/8).

Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan dua kantong plastik berisi sabu. Satu plastik berisi sabu seberat 4,96 gram ditemukan di bagian bawah belakang kursi pengemudi. Sementara satu plastik berisi sabu seberat 2,10 gram ditemukan di kursi penumpang tengah. ’’Kemudian kami kembangkan,’’ lanjut Nasrun.

Rencananya sabu tersebut hendak diantarkan tersangka kepada pemesan. Usai tersangka YN diamankan di mapolres setempat untuk menjalani pemeriksaan, polisi melakukan penggeledahan di rumah tersangka. Polisi mendapatkan sabu seberat 63,47 gram dan 47 butir pil ekstasi yang disembunyikan RZ, kakak YN. ’’Kami tangkap dan lakukan pemeriksaan,’’ jelasnya.

Polisi masih mendalami keterlibatan napi dalam jaringan tersebut. Berdasarkan keterangan, tersangka mendapatkan sabu dari seseorang yang berada di lapas. Pihaknya masih mengembangkan kasus tersebut dan mengumpulkan cukup bukti untuk mengungkap jaringan lapas. ‘’Untuk jaringan lapas masih kami dalami,’’ terangnya.

Dari kedua tersangka polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa sabu total seberat 70,53 gram dan 47 butir pil esktasi siap edar. Juga peralatan untuk menggunakan serbuk haram itu. ‘’Berdasarkan keterangan yang kami dapatkan, keduanya merupakan pemain lama,’’ tuturnya.

Aksi kedua tersangka terbukti melanggar pasal 114 UU Narkotika. Keduanya terancam meringkuk di penjara dengan ancaman minimal enam tahun dan maksimal 20 tahun. ’’Mendapatkan barang haram dari siapa, masih kami dalami,’’ ujarnya.

Kasat Reskoba Polresta Madiun AKP Eko Sugeng Rendra mengatakan bahwa kejadian tersebut merupakan penangkapan pengedar serbuk haram ke-24 sepanjang tahun ini. Pihaknya berharap warga menjauhi serbuk haram tersebut. ’’Tidak ada toleransi bagi pemakai maupun pengedar,’’ ucapnya. (kid/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here