Ngawi

Kaitkan dengan Hasil Pilkades, Kades Pucangan Bantah Salah Gunakan Jabatan

NGAWI – Kepala Desa (Kades) Pucangan, Ngrambe, Agung Suprapto angkat bicara terkait tudingan adanya penyalahgunaan wewenang dan jabatan yang berujung laporan warga ke kejaksaan. Dia menilai langkah tersebut merupakan sikap grusa-grusu. ‘’Harusnya diklarifikasi dulu ke saya,’’ sesal Agung Selasa (16/7).

Dia balik menuding bahwa langkah warga itu hanya bentuk kekecewaan terkait hasil pemilihan kepala desa (pilkades) lalu. Dalam pesta demokrasi tingkat desa tersebut, Agung yang berstatus calon petahana terpilih kembali sebagai kades. ‘’Itu kan hanya katanya. Mereka bilang sudah mengklarifikasi ke kami, tapi faktanya belum,’’ katanya.

Agung menegaskan bahwa tuduhan penyalahgunaan wewenang dan jabatan itu sama sekali tidak benar. Terutama yang berkaitan dengan program pavingisasi jalan di RT 03 serta RT 04 Dusun Kawis, desa setempat, pada 2017 dan 2018. ‘’Kami sudah laksanakan semua itu sesuai aturan,’’ tegasnya.

Menurut Agung, jika tuduhan warga benar, dalam pemeriksaan maupun audit yang dilakukan inspektorat bakal kelihatan. Kenyataannya, sampai saat ini tidak ada masalah dengan program kegiatan yang di laporan ada double accounting, anggaran fiktif, dan upaya mark-up. ‘’Mestinya sudah kena audit oleh inspektorat sejak dulu kalau memang ada kesalahan seperti yang dilaporkan warga itu,’’ ujarnya.

Agung menambahkan, mestinya warga bersikap lebih sabar jika memang berniat mendapatkan penjelasan terkait program tersebut. Bukan langsung membuat laporan ke kejaksaan. Sebab, bisa membuat masyarakat awam menganggap dirinya melakukan tindak pidana korupsi.

Terkait langkah selanjutnya, Agung mengaku masih menunggu kabar dari kejaksaan. Pun, kelak akan membeberkan semua penjelasan terkait tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Di sisi lain, belum terpikir olehnya membuat laporan balik meski merasa telah menjadi korban pencemaran nama baik. ‘’Nanti saja menunggu perkembangannya bagaimana,’’ ucapnya.

Inspektur Pembantu Wilayah III Inspektorat Ngawi Arif Rahmanto mengatakan, semua program yang bersumber dana desa (DD) maupun anggaran dana desa (ADD) bakal diperiksa dan diaudit. Tidak terkecuali kegiatan pavingisasi jalan di RT 03 dan RT 04 Dusun Kawis, Desa Pucangan, Ngrambe, seperti yang dilaporkan warga ke kejari lalu. ‘’Seingat saya tidak ada masalah untuk kegiatan itu,’’ kata Arif.

Dia menjelaskan, ada beberapa item yang kelak dipelototi saat melakukan pemeriksaan dan audit. Di antaranya, terkait administrasi dan realisasi di lapangan. ‘’Kalau memang ada perbedaan antara anggaran dan pekerjaan ya harus disesuaikan,’’ ujarnya.

Sementara, soal tudingan double accounting, anggaran fiktif, dan mark-up, Arif menyebut bisa saja terjadi dalam setiap laporan DD maupun ADD. ‘’Tapi, setelah itu kan ada pemeriksaan dari kami. Pendamping desa juga selalu mengawasi, jadi bisa langsung dibenarkan jika ada kesalahan,’’ ungkapnya. (tif/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close