Dua Pembobol ATM Bank Jatim Diringkus, Dua Lainnya Masih Buron

150
DIRINGKUS: M. Ridwan dan Junjung Supriadi, tersangka pembobolan mesin ATM Jalan Basuki Rahmat, menjadi tahanan Mapolres Ponorogo.

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Aksi dua sekawan membobol duit Rp 2,1 juta dari mesin anjungan tunai mandiri (ATM) Bank Jatim, Jalan Basuki Rahmat, Ponorogo, meninggalkan jejak. M. Ridwan, 33, asal Purworejo, Jawa Tengah, dan Junjung Supriadi, 37, asal Saradan, Kabupaten Madiun, diringkus Satreskrim Polres Ponorogo. ‘’Aksinya terekam kamera pengawas,’’ kata Kapolres Ponorogo AKBP Radiant Jumat (13/9).

Bank Jatim Cabang Ponorogo mendapati ada ketidaksesuaian jumlah uang di ATM dengan nominal tertera pada sistem keuangan pada 7 Agustus lalu. Petugas lantas memeriksa CCTV. Terpantau dua orang mengambil uang dengan gerak-gerik mencurigakan. Kasus itu lantas dilaporkan ke polres setempat. ‘’Kami tangkap dua orang secara terpisah di tempat tinggalnya masing-masing, 4 September lalu,’’ ujarnya.

Junjung dan Wawan –sapaan M. Ridwan– sudah dua kali membobol ATM Basuki Rahmat. Uang yang dikantongi Rp 2,1 juta. Hasil pemeriksaan, keduanya tidak bekerja sendiri. Aksi pencurian dengan pemberatan (curat) itu dibantu Didik Nurhadi, 38, asal Pekalongan, dan Dani, 30, asal Bantul, Jogjakarta. Keduanya sudah masuk daftar pencarian orang (DPO). ‘’Mereka berbagi tugas,’’ terang Radiant.

Wawan dan Didik bertugas melakukan eksekusi di dalam ATM. Sedangkan Dani dan Junjung mengawasi dari dalam mobil yang terparkir tidak jauh dari lokasi. Modusnya, salah seorang pelaku coba menarik tunai uang Rp 2,1 juta dengan kartu ATM pribadi. Sebelum uangnya keluar, dia memasukkan tali senar pancing ke dalam mesin exit dan diganjal pipa. ‘’Saat uang keluar, saldonya tidak berkurang,’’ papar kapolres.

Kepada penyidik, Wawan mempelajari modus itu dari YouTube. Petugas mendapati sejumlah barang bukti (BB) dari para tersangka. Di antaranya empat buah pipa listrik paralon dengan tiga ukuran berbeda. Yakni, 23 sentimeter, 14 sentimeter, dan 10 sentimeter. ‘’Modus membobol mesin ATM dengan alat pancing tergolong baru,’’ tuturnya.

Radiant menyatakan, Junjung diduga sebagai otak intelektual pembobolan. Sebab, dia merupakan residivis kasus serupa dengan modus menggunakan korek api. Sempat mendekam di Rutan Pajangan, Bantul, Jogjakarta. ‘’Tersangka Wawan dan Junjung ini bertemu di rutan Pajangan. Mereka merencanakan melakukan aksi di Ponorogo,’’ jelasnya sembari menyebut tersangka dijerat pasal 363 KUHP tentang curat dengan ancaman tujuh tahun penjara.  (dil/c1/cor)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here