Kafe Selungguh Disegel, Tuntut Kakak Kandung

599

MAGETAN – Silang sengkarut Kafe Selungguh yang disegel Satpol PP Magetan kemarin (21/3) berlanjut. Priyo yang selama ini mengelola tempat hiburan malam (THM) di Kelurahan Tamanarum, Parang, itu bakal menuntut Sigit Mulyono, kakak kandungnya. Saudaranya itu dinilai tidak punya hak mencabut usaha yang dulunya berizin rumah makan. ‘’Pencabutan izin tanpa sepengetahuan saya,’’ kata Priyo kesal.

Menurut Priyo, tindakan kakaknya sangat sepihak. Padahal, usaha di atas lahan warisan orang tua itu dirintis bersama empat tahun silam. Seharusnya mengajak berkomunikasi terlebih dulu sebelum mengambil keputusan. Apalagi dirinya berdomisili di Jakarta. ‘’Saya hargai penyegelan karena menyadari usaha ini melanggar peraturan. Tapi ya jangan seperti ini dong,’’ keluhnya kepada Radar Magetan.

Istri Priyo ikut emosional kala korps penegak perda melingkarkan garis satpol PP di bangunan depan THM sekitar pukul 10.00. Sumpah serapah yang dilontarkannya bukan untuk petugas, melainkan pada Sigit. Belakangan, terkuak bila Priyo tidak hanya ditilap urusan pencabutan izin. Tapi juga urusan perubahan sertifikat lahan THM menjadi atas nama kakaknya. ‘’Kami akan ambil langkah hukum bila tidak ada kejelasan dari pelapor (Sigit, Red). Saya minta diperlakukan adil, jangan seolah-olah sebagai sasaran tembak,’’ pintanya.

Sementara itu, Sigit menjelaskan bahwa pencabutan izin karena usaha yang dijalankan adiknya tidak sesuai kesepakatan rumah makan. Dia terganggu laporan warga yang resah dengan aktivitas sing song berbumbu pemandu lagu berpakaian seksi dan minuman beralkohol (minol). ‘’Saya siap,‘’ katanya ketika ditanya terkait ancaman Priyo.

Kabid Perlindungan Masyarakat (Linmas) Satpol PP Magetan Winoto mengatakan bahwa penyegelan sudah sesuai prosedur. Segel bisa dilepas ketika pengelola mengubah jenis usaha dan mengurus perizinannya. ‘’Setelah penutupan ini, kafe akan terus dipantau,’’ katanya. (mgc/c1/cor)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here