Kafe Bodong Menjamur, Edarkan Miras dan Sediakan PL

57

MAGETAN – Pemkab dipusingkan dengan menjamurnya kafe tak berizin. Parahnya, kafe-kafe tersebut terindikasi pula sebagai tempat mesum. ’’Sejak Januari sampai Maret sudah lebih dari lima warung ilegal kami tertibkan,’’ kata Kabid Opsdal Satpol PP Magetan Khamim Basori.

Temuannya, sejumlah kafe ilegal juga menjajakan minuman keras (miras) dan menyediakan pemandu lagu (PL). Banyak yang berusaha mengelabui petugas di lapangan. Ke depan, bersama dinas terkait dan pemerintah desa (pemdes) melakukan upaya antisipasi. ’’Sama-sama peka, dan menginformasikan kalau memang ada pelanggaran,’’ ujarnya.

Khamim menambahkan, ke depan pihaknya akan terus meningkatkan pengawasan. Termasuk menindaklanjuti berbagai laporan yang dilayangkan oleh warga sekitar. Mengingat kondisi seperti ini sudah melanggar perda keamanan dan ketertiban umum. ‘’Kami menutup sementara tempat hiburan dan usaha yang terbukti melanggar izin. Kalau hingga batas waktu yang ditentukan pemilik tempat hiburan dan usaha tetap belum memenuhi regulasi, ya terpaksa ditutup selamanya,” ancamnya.

Sementara, untuk persoalan Kafe Selungguh di Desa Tamanarum, Parang, yang belum disegel, Kepala Satpol PP dan Damkar Magetan Chanif Tri Wahyudi menyebut bahwa pihaknya melakukan tindakan preventif nonyustisial. Upaya itu dilakukan sebelum dilakukan penyegelan. ’’Ada tahapan yang harus kami lalui, ini agar tidak menuai pro dan kontra. Sesuai SOP dari Permendagri Nomor 54 Tahun 2011, terlebih dahulu melayangkan surat pernyataan yang berisi menaati peraturan daerah,’’ pungkasnya. (mgc/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here