Kades Sempol Divonis 2,6 Tahun Penjara

314

MAGETAN – Kepala Desa Sempol (non-aktif) Ngadeni resmi berstatus terpidana. Dia divonis dua tahun enam bulan penjara dan denda Rp 50 juta subsider tiga bulan kurungan oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Surabaya. Lelaki 50 tahun itu juga diwajibkan membayar uang pengganti Rp 276,6 juta.

Kasi Pidsus Kejari Magetan Agus Zaini menyatakan, vonis tersebut lebih ringan daripada tuntutan jaksa penuntut umum (JPU). Pada sidang sebelumnya, JPU meminta majelis hakim menghukum Ngadeni tiga tahun sepuluh bulan penjara.

Dia dianggap terbukti menyelewengkan dana desa (DD) tahun anggaran 2015–2017 serta kas desa 2016 untuk kepentingan pribadi. Sehingga, perbuatannya itu merugikan negara sekitar Rp 400 juta. ‘’Kerugian itu berasal dari proyek fisik sekitar Rp 300 juta dan dari dana kas desa sebesar Rp 100 juta,’’ ungkap Agus.

Pihaknya memastikan putusan itu sudah berkekuatan hukum tetap. Karena baik dari JPU maupun terdakwa menerima vonis yang dijatuhkan oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Surabaya tersebut.

Dengan demikian, Ngadeni bakal dilayar ke Rutan kelas II B Magetan. Sebelumnya, dia sempat menjalani kurungan penjara di Rutan Medaeng selama proses persidangan berlangsung. ‘’Selanjutnya yang bersangkutan akan kami masukkan ke Rutan Magetan,’’ kata Agus.

Sebagaimana diberitakan, Ngadeni terbukti melakukan tindak pidana korupsi dana desa yang dilakukan sejak 2015–2017. Nilainya mencapai Rp 214 juta. Dia juga kedapatan menyelewengkan dana kas desa sebesar Rp 52 juta. Serta anggaran pemberdayaan masyarakat pada 2016 sekitar Rp 77 juta.

Perbuatan rasuah Ngadeni itu terbongkar setelah beberapa warga desanya melaporkan kejadian tersebut ke Kejari Magetan awal 2018 lalu. Selanjutnya, laporan itu ditindaklanjuti oleh jaksa penyidik dengan menerbitkan surat perintah dimulainya penyidik (SPDP) terhitung 30 Januari 2018.

Hasil audit yang dilakukan oleh kejaksaan, terdapat beberapa proyek fisik bermasalah di Desa Sempol. Seperti proyek taman TPA, posyandu, serta paving punden desa. Dari situ timbul kerugian mencapai Rp 300 juta. Sedangkan, dari dana kas desa yang diselewengkan, kerugian negara mencapai Rp 100 juta. (mgc/c1/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here