Kades Kandangan Tantang Gugat ke PTUN

233

NGAWI – Ancaman demo bersamaan pelantikan perangkat Desa Kandangan, Ngawi, bukan sekadar isapan jempol. Puluhan warga setempat kemarin (6/2) menggelar unjuk rasa di depan kantor desa. Meski begitu, pelantikan tetap dilakukan. ‘’Pemerintah desa tetap melakukan pelantikan karena sudah ada rekomendasi dari bupati dan camat,’’ kata Kepala Desa (Kades) Kandangan Sukiran di depan massa peserta aksi.

Awalnya, Sukiran meminta massa menunjuk perwakilan untuk dialog di dalam kantor desa. Namun, para pengunjuk rasa menolak. Dengan kawalan polisi, akhirnya Sukiran mengalah dan menyampaikan penjelasannya di depan peserta aksi. ‘’Tidak apa-apa. Pemerintah desa tidak melarang warga menyampaikan aspirasi,’’ ujarnya.

Sukiran menuturkan, pelantikan perangkat desa terpilih juga berdasarkan pertimbangan dari bagian hukum. ‘’Kalau dengan pelantikan ini warga ada yang merasa tidak puas, silakan menempuh jalur hukum. Kami, camat, dinas, maupun bupati siap dituntut,’’ ucapnya.

Dia menampik adanya pengondisian peserta. Pun, meminta perangkat desa terpilih yang dilantik siap diturunkan jika kelak terbukti terjadi pengondisian. Sukiran juga sempat membantah tudingan menyembunyikan informasi soal rencana pelantikan.

‘’Kalau tidak segera dilantik justru berdampak buruk pada roda pemerintahan desa ini,’’ tuturnya sembari menyebut warga yang tidak sependapat dengan keputusannya dipersilakan menggugatnya di Pengadilan Tata Urusan Negara (PTUN).

Aris Afandi, salah seorang peserta aksi, mengaku kecewa dengan keputusan Sukiran melantik perangkat desa terpilih. Menurutnya, kades seharusnya memegang komitmen seperti yang disampaikan ketika musyawarah desa (musdes) dulu. ‘’Mestinya pelantikan dibatalkan dan dilakukan seleksi ulang,’’ katanya.

Aris mengaku pihaknya tidak akan tinggal diam terkait keputusan kades melantik perangkat desa yang terdiri kepala urusan (kaur) umum, kaur pembangunan, dan kaur perencanaan itu. Pihaknya bakal melayangkan gugatan ke PTUN. ‘’Kalau mereka minta kami menempuh jalur hukum, kami akan lakukan itu. Semua buktinya juga sudah kami siapkan,’’ tegasnya.

Pihaknya, lanjut Aris, juga bakal melaporkan dugaan pengondisian peserta ke penegak hukum. Pun, sudah ada bukti pernyataan dari pihak yang mengondisikan peserta dan bukti lainnya. ‘’Kami sudah punya bukti lengkap,’’ ujarnya.

Aksi unjuk rasa menolak pelantikan perangkat Desa Kandangan kemarin berlangsung mulai pukul 07.00. Sekitar 100 massa mendatangi kantor desa setempat. Tidak ketinggalan mereka mengusung sejumlah poster. Di antaranya, bertuliskan Menolak Pelantikan, Musdes: Suara Rakyat, dan Jangan Bungkam Suara Kami. Juga tagar #savekandangan.

Tiga jam berselang massa membubarkan diri dengan tertib. Sementara, tampak sejumlah polisi berjaga mengamankan jalannya unjuk rasa menolak pelantikan perangkat desa tersebut. (tif/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here