Kabur, Motor Kehabisan Bensin, Dua Jambret Dimassa, Satu Tewas

687

MESKI dalam kondisi babak belur dan mendekam di tahanan, namun Faizal,20, masih bernasib baik. Sebab usai dihajar massa, kondisi pemuda asal Nganjuk yang tinggal di Jalan Kupang Krajan Surabaya ini lebih beruntung dibandingkan dengan temannya, yakni Bambang alias Anggoro,22. Pria asal Jalan Ronggowarsito, Sawahan Surabaya tewas setelah mencoba kabur dari kepungan warga.

Bambang dipastikan tewas setelah sempat memperoleh perawatan selama tiga hari di RS Bhayangkara Surabaya. Dia tewas lantaran luka parah di sekujur tubuhnya. Sebelumnya, Bambang sekarat usai dihajar massa di kawasan Jalan Anjasmoro pada Senin dinihari (18/6). Faisal dan Bambang dihajar massa usai merampas handphone (HP) milik penumpang ojek online di kawasan Darmo.

Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Bima Sakti mengatakan kasus perampasan yang dilakukan dua pelaku berawal saat mereka mendapati korban Liska,20, warga Jalan Kaliasin Pompa Surabaya yang sedang bermain HP saat bonceng tukang ojek online. Kebetulan keduanya saat itu juga berboncengan sepeda motor Yamaha Fiz-R bernopol N 6115 GD untuk mencari sasaran.  “Keduanya berbagi tugas, Faisal sebagai joki, sedangkan Bambang sebagai eksekutor,” ungkapnya, Rabu (20/6).

Setelah memgambil ancang-ancang, Faizal bergegas membuntuti dan  memepet motor yang ditumpangi korban. Kemudian dengan cepat Bambang menyambar HP Samsung milik korban. Setelah barhasil, keduanya tancap gas, sebab korban dan tukang ojek tersebut mengejar mereka.

Korban mengejar hingga ke arah Jalan Anjasmoro. Namun nasib apes menimpa kedua jambret itu. Sebab, motor yang mereka tungganggi kehabisan bensin. Saat itu, motor mereka berhenti dan korban berhasil menyusul dua jambret remaja itu.

Berdasarkan pengakuan Faisal, setelah motor mereka kehabisan bensin, korban dan tukang ojek tersebut sempat menghampiri mereka. Bahkan korban sempat mengatakan jika ia tak akan melapor ke polisi jika mereka bersedia mengembalikan HP korban.

“Saya sudah minta Bambang untuk mengembalikan HP itu, saat kami sudah tersudut. Massa mulai berdatangan,” ungkap Faisal kepada polisi.

Namun permintaan itu ditolak Bambang, justru pemuda dengan tato di sekujur tubuhnya itu mencoba melarikan diri sambil membawa HP tersebut. Padahal massa sudah mulai mengempungnya. Tindakan ini akhirnya harus dibayar mahal oleh Bambang dengan kematian.

“Awalnya saya juga dihajar massa, namun saya pasrah dan meminta ampun. Setelah melihat Bambang kabur, semua massa tertuju padanya dan ia dihajar hingga sekarat,” terangnya.

Pemuda lulusan SMK ini juga mengatakan sudah beraksi sebanyak dua kali. Namun bukan dengan Bambang melainkan dengan temannya lain. Menurutnya dia nekat merampas lantaran butuh uang untuk pulang ke Nganjuk lantaran ingin bertemu keluarganya.

“Saya sudah empat bulan merantau ke Surabaya, saya ingin pulang,” ungkap pengamen sambil menangis usai dijenguk oleh keluarganya itu.

Faisal mengatakan awal datang ke Surabaya lantaran ia ingin melamar pekerjaan sebagai OB di salah satu mall di Surabaya. Namun karena tak kunjung dapat panggilan, ia memutuskan untuk mengamen untuk menghidupi dirinya di Surabaya.

“Saya tinggal ikut teman, motor yang saya gunakan untuk menjambret itu juga bukan milik saya. Motor itu pinjaman teman saya,” pungkasnya.

Sedangkan terkait Bambang, dia juga bukan pelaku baru. Sebab pemuda ini sudah berulangkali melakukan aksi pencurian dan perampasan. Bahkan di usianya yang masih muda, Bambang pernah menjalani hukuman di Polsek Wonokromo usai mencuri sebuah helm. (yua/no/jawapos.com)  

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here