Kabar Teroris Kantongi 5 Tiket Tujuan Madiun Hoax

277

MADIUN – Informasi simpang siur yang beredar pascateror bom Surabaya dan Sidoarjo jangan ditelan mentah-mentah. Baik melalui media sosial (medsos) maupun media online yang belum diakui kredibilitasnya. Belakangan beredar pesan WhatsApp (WA) yang menyebut bahwa salah satu terduga teroris di Sidoarjo mengantongi lima tiket kereta api menuju Kota Madiun. ’’Tidak benar itu,’’ kata Kapolres Madiun Kota AKBP Nasrun Pasaribu kemarin (15/5).

Jawa Pos Radar Madiun juga menerima pesan tersebut. Pesan tak bertanggung jawab itu beredar sejak Senin (14/5). Di dalam pesan, tertulis jika terduga teroris bernama Anton yang terlibat dalam ledakan bom di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo, mengantongi lima tiket kereta api tujuan Kota Madiun. Tidak hanya itu, dalam pesan WhatsApp itu juga dijelaskan bahwa ada temuan sejumlah bahan peledak di lokasi yang sama dengan tempat ditemukannya tiket. ’’Sudah kami pastikan itu tidak ada (tiket atas nama Anton, Red),’’ ujarnya.

Hal senada diutarakan Manajer Humas PT KAI DAOP VII Madiun Supriyanto. Dia menyebut, PT KAI langsung melakukan pelacakan begitu menerima pesan WhatsApp tersebut. Berbekal informasi nama para pelaku pemboman yang beredar, Supriyanto melacak nama-nama itu di sistem. Puluhan ribu nama penumpang kereta api dari dan ke Kota Madiun dipelototi. Mulai tanggal keberangkatan 13—17 Mei. Hasilnya nihil. Tidak ada penumpang menuju Kota Madiun atas nama para pelaku. ’’Atas nama tersebut tidak ada. Tapi tidak menutup kemungkinan, misalnya saja pelaku menggunakan identitas lain,’’ sebutnya.

Kendati sudah dipastikan tidak ada penumpang atas nama para pelaku dari 13—17 Mei, Supriyanto belum cukup puas. Pihaknya bakal mengecek ulang sistem untuk menelusuri ada tidaknya nama-nama itu di sejumlah kereta api tujuan Kota Madiun, terhitung selama tiga bulan ini. Pasalnya, tiket kereta api kini bisa dipesan secara online sejak H-90 atau sekitar tiga bulan sebelum keberangkatan. ’’Harapannya jangan sampai ada lah. Kami akan pastikan lagi,’’ ujarnya.

Supriyanto menambahkan, pihaknya belum berkoordinasi dengan kepolisian terkait informasi simpang siur soal tiket kereta api para pelaku bom Sidoarjo. Pun, juga belum ada instruksi khusus guna melakukan penelusuran tiket kereta api dari aparat penegak hukum. Namun demikian, Supriyanto menyebut sudah ada titah khusus dari Ditjen Perkeretaapian Kemenhub untuk mempertebal pengamanan objek vital perkeretaapian. ‘’Seperti dipo lokomotif, dipo kereta, dan stasiun itu sendiri,’’ paparnya.

Kepala Bakesbangpol Kota Madiun Bambang Subanto meminta masyarakat untuk bijak dalam mencerna informasi yang beredar berkaitan dengan isu teror. Tidak dimungkiri ada saja pihak tak bertanggung jawab yang menggunakan isu tersebut guna kepentingan tertentu. Jangan sampai, kata Bambang, masyarakat Kota Madiun terpengaruh. ‘’Kota Madiun aman. Masyarakat harus tetap solid dan waspada. Jangan sampai lah, informasi yang masih simpang siur dipercaya begitu saja,’’ tandasnya. (naz/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here