KesehatanMadiun

Jumlah Penderita DBD Meledak, Pasien RSUD Membeludak

MADIUN – Jumlah pasien demam berdarah dengue (DBD) di RSUD Kota Madiun membeludak. Kondisi itu membuat beberapa pasien tak kebagian kamar. Pasien yang mayoritas anak-anak itu terpaksa menempati lorong rumah sakit. Meski demikian, mereka tetap mendapatkan perawatan medis sambil menanti kamar kosong.

Kamis  siang (16/5) ada empat pasien DBD yang menempati lorong di Ruang Melati. Pihak rumah sakit menambah bed ekstra untuk merawat sejumlah pasien tersebut. Karena kapasitas ruang rawat inap itu maksimal hanya menampung 30 pasien. Di mana 12 pasien di antaranya merupakan penderita DBD.

Kabid Pelayanan Medik RSUD Kota Madiun dr Denik Wuryani mengatakan, pasien DBD yang baru datang tidak mungkin ditolak meski kamar penuh. Namun demikian, pihaknya hanya mampu menambah empat bed ekstra untuk pelayanan. ’’Kondisi itu tentunya dengan mempertimbangkan sumber daya yang ada,’’ katanya kepada Radar Madiun.

Selain menambah bed ekstra, lanjut Denik, untuk memberikan pelayanan kepada pasien anak pihaknya sementara waktu memanfaatkan kamar kasus bedah anak di Ruang Melati. Sedangkan, pasien kasus bedah anak dipindah ke ruang bedah lainnya yang terpisah dengan pasien dewasa. ‘’Paling tidak solusi itu bisa menambah bed rawat inap anak,’’ terangnya.

Berdasar data RSUD Kota Madiun selama Januari–Mei, pasien DBD yang dirawat di rumah sakit milik pemkot itu memang mengalami grafik peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Sampai dengan 16 Mei misalnya, tercatat ada sekitar 375 pasien anak yang dirawat di Ruang Melati. Dari jumlah tersebut, 30 persen di antaranya merupakan pasien DBD (selengkapnya lihat grafis, Red).

Denik mengungkapkan para pasien itu bukan hanya berasal dari Kota Madiun. Namun, juga warga dari Kabupaten Madiun. Menyikapi persoalan itu pihaknya belum bisa berencana terkait peningkatan kapasitas Ruang Melati. ’’Untuk membangun ruangan (baru) itu belum memungkinkan. Karena masih ada tahapan-tahapan yang harus dilalui,’’ jelasnya.

Dia menambahkan persoalan semacam ini tidak melulu terjadi setiap tahun. Terakhir kasus serupa pernah terjadi sekitar tiga tahun lalu. Pihak RSUD Kota Madiun sampai kewalahan melayani pasien anak yang masuk ke Ruang Melati. Sehingga, beberapa di antaranya harus di rujuk ke rumah sakit lain. ‘’Mudah-mudahan kalau kasus DBD sudah mulai menurun, biasanya tidak ada lagi ekstra bed. Karena memang biasanya tidak terlalu banyak,’’ ungkapnya. (her/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close