Jumlah Lebih Banyak dari Guru PNS, Sekolah Bingung Masa Depan GTT-PTT

69
SEKOLAH PELOSOK: Sebagian tenaga kependidikan di SMPN 2 Sidorejo didominasi GTT-PTT.

MAGETAN – Nasib guru dan pegawai titik tetap (GTT-PTT) di Magetan makin terpojok. Di SMPN 2 Sidorejo misalnya. Jumlah GTT-PTT di sekolah itu lebih banyak dibandingkan mereka yang berstatus PNS. Sementara siswa yang diajar sedikit. ‘’Sekolah ini memang paling banyak tenaga honorernya di Magetan,’’ kata Kepala SMPN 2 Sidorejo Sugeng Hariadi Kamis (11/7).

Diakuinya, kondisi itu memang kurang ideal. Tetapi, Sugeng tak bisa berbuat banyak. Bahkan, sampai memberhentikan para GTT-PTT itu dirinya tak tega. Sebab, merekalah yang merintis pendirian SMPN 2 Sidorejo. ‘’Sekalipun honor yang mereka dapat terbatas, ternyata mereka tetap mau bertahan mengajar di sini,’’ ujarnya.

Sugeng mengungkapkan, mereka sempat diikutkan tes CPNS tahun lalu. Namun, mereka ternyata belum memenuhi syarat administrasi. Seperti usia yang melebihi ketentuan. Juga sebagian di antara mereka yang tidak termasuk golongan K-2.

Di saat bersamaan, nasib mereka seakan terdesak. Mereka bisa saja kekurangan jam mengajar. Sebab, guru PNS yang diutamakan. Terlebih siswa SMPN 2 Sidorejo minim. ‘’Kalau guru PNS sudah terpenuhi jam mengajar, baru diberikan kepada teman-teman honorer,’’ tuturnya.

Selama ini, honor para GTT-PTT itu dibiayai dari dana BOS. Tetapi, peruntukannya tidak penuh. Hanya sekitar 15 persen dari keseluruhan penerimaan dana BOS. ‘’Tapi, kami harus tetap menanggung mereka,’’ katanya.

Sebagai tindak lanjut, Sugeng berharap ada solusi dari disdikpora. Termasuk kemungkinan menerapkan kebijakan rotasi bagi GTT-PTT di sekolah yang kekurangan tenaga pendidik. ‘’Supaya mereka juga bisa berkembang,’’ ucapnya. (bel/c1/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here