Jumlah Desa Terdampak Kekeringan di Ponorogo Terus Bertambah

45
KERING KERONTANG: Kali Paju yang membentang di Jalan Raya Ponorogo-Pacitan kini dalam kondisi kering kerontang.

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Dampak kemarau panjang di Ponorogo semakin menjadi-jadi. Catatan BPBD setempat, hingga bulan ini 14 desa dikategorikan mengalami kekeringan dan menggantungkan pasokan air bersih dari BPBD.

Setiap pekan, puluhan tangki air bersih didistribusi ke belasan desa tersebut. ‘’Kami terus lakukan dropping, hampir setiap hari di lokasi yang mengalami kekeringan,’’ kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Setyo Budiono Selasa (17/9).

Budi –sapaan akrab Setyo Budiono- menuturkan, sejak Juli lalu jumlah desa yang mengalami kekeringan terus bertambah. Jika awalnya hanya empat, bulan ini sudah menyentuh angka 14. Belasan desa itu tersebar di enam kecamatan. Yakni, Slahung, Pulung, Badegan, Balong, Bungkal, dan Sawoo.

‘’Total ada 20 dusun. Sedangkan warga terdampak mencapai 6.784 jiwa,’’ sebutnya. ‘’Awalnya hanya di dua kecamatan, sekarang sudah meluas di enam kecamatan,’’ imbuh Budi.

Dia menyebut, kekeringan paling parah melanda Desa Duri, Kecamatan Slahung. Di desa itu sedikitnya 200 jiwa dari 60 KK mengalami krisis air bersih. Mereka membutuhkan suplai air total sebanyak 8.000 liter. ‘’Biasanya satu dusun hanya dikirimi satu atau dua tangki, sekarang tiga dengan kapasitas masing-masing 6.000 liter,’’ bebernya.

Sejauh ini, BPBD terus menyuplai air bersih ke desa-desa terdampak kekeringan. Namun, Budi menilai ada solusi jangka panjang yang perlu dicoba. Yakni, membangun instalasi sumur dalam. ‘’Mrican (Jenangan), misalnya. Biasanya mengajukan dropping air, tapi sekarang tidak karena sudah ada sumur dalam,’’ ungkapnya.

Pantauan Radar Ponorogo, debit air sejumlah sungai di kawasan kecamatan kota juga telah berkurang drastis. Salah satunya Kali Paju. Sungai yang melintang di Jalan Raya Ponorogo-Pacitan itu kini dalam kondisi kering kerontang. (naz/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here