Jumirin Janji Kooperatif Terkait Tukar Guling TKD Klitik yang Terdampak Tol

51
BELUM JELAS: Jumirin dkk saat melakukan audiensi di ruang Command Centre Setda Ngawi pekan lalu.

NGAWI – Ancaman bakal menggelar aksi lagi terkait pengganti tanah kas desa (TKD) Klitik, Geneng, sepertinya urung dilakukan kubu Jumirin dalam waktu dekat. Pasalnya, Jumirin saat ini tengah menunaikan ibadah haji. ‘’Jadi, tidak mungkin menindaklanjuti tuntutan kami,’’ kata Jumirin saat dihubungi Radar Ngawi Rabu (10/7).

Jumirin mengakui, saat audiensi di ruang Command Centre Sekretariat Daerah (Setda) Ngawi pada 3 Juli lalu pihaknya mendesak pemkab segera memberikan jawaban pasti. Yakni, paling lambat disampaikan 10 Juli kemarin. Jika tidak, pihaknya bakal menggelar aksi lagi dengan memblokir jalan tol Ngawi-Kertosono, tepatnya di atas lahan TKD.

Dia memastikan selama menunaikan ibadah haji tidak dapat melakukan komunikasi intens dengan pendukungnya. Karena itu, Jumirin memilih menunggu setelah kembali dari Tanah Suci pada 18 Agustus mendatang.

‘’Nanti setelah pulang (dari menunaikan ibadah) akan kami tindak lanjuti,’’ ujarnya. ‘’Minimal aspirasi yang jadi keluhan kami sudah tersampaikan ke aparatur pemerintah Ngawi,’’ imbuhnya.

Dia berharap, semua aspirasi yang disampaikan dalam aksi lalu tidak hanya didengar pemkab. Melainkan juga pihak-pihak lain yang berkaitan dengan proses tukar guling TKD terdampak proyek jalan tol itu. ‘’Pemprov Jatim dan Kemendagri kami harap juga tahu, siapa sebenarnya yang menghambat proses ini (tukar guling, Red),’’ tutur Jumirin.

Jumirin juga mengaku bakal bersikap kooperatif terkait upaya pencarian legal opinion (LO) yang dilakukan pemkab. Pun, menyatakan kesiapannya jika ahli hukum dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta meminta keterangan terkait proses pengadaan lahan pengganti TKD tersebut.

‘’Kami akan berikan penjelasan yang riil dan sejelas-jelasnya. Kalau memang saya selaku kepala desa salah, di mana letak kesalahannya? Dan kalau benar yang kami jalankan ini, kenapa dipermasalahkan,’’ ucap Jumirin.

Kabid Pemerintahan Desa DPMD Ngawi Ahmad Roy Rozano menyebut, sejauh ini belum ada kabar terbaru mengenai perkembangan LO. Sejak pihaknya mengirimkan data untuk dijadikan bahan menentukan LO ke UNS, belum ada tindak lanjut berupa pemanggilan dari pihak bersangkutan. ‘’Sekarang kan masih proses pengumpulan data, mungkin minggu depan sudah ada kabar terbaru,’’ ujarnya. (tif/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here