Pacitan

Jual Hiu Martil Bukan Isu

UPT PPP Tamperan Sebut Penindakannya Jadi Dilema

PACITAN, Radar Pacitan – Perdagangan hiu yang dilindungi di Pacitan bukan sekadar isu belaka. Hiu jenis martil masih bayi dijual oleh pedagang Pasar Ikan Tamperan. Padahal, perdagangan biota laut rawan punah itu diharamkan dalam Permen-KP 5/2018 tentang Larangan Pengeluaran Ikan Hiu Koboi dan Ikan Hiu Martil. ‘’Lumayan sering dapat (hiu martil, Red), tapi tidak banyak,’’ kata Kas, salah seorang pedagang pasar ikan itu Minggu (17/11).

Wartawan koran ini mendapati satu ekor hiu martil berada di antara tumpukan jenis ikan lain di lapak Kas. Panjangnya sekitar 60 sentimeter. Bentuk moncongnya melebar menyerupai ujung palu. Pedagang itu tidak tahu bila ikan yang didapatkannya dari nelayan setempat itu termasuk dilindungi. ‘’Saya ini cuma berdagang,’’ ujarnya.

Disodori foto, Kepala UPT Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tamperan Pacitan Ninik Setyorini membenarkan ikan di lapak Kas itu hiu martil. Ikan yang panjangnya bisa mencapai enam meter itu wajib dijaga karena populasinya hampir punah. Ihwal keberadaannya di pasar ikan, dia menyebut perlu diketahui asal-usulnya. ‘’Harus bisa membedakan hiu itu tertangkap atau ditangkap,’’ ujarnya.

Ninik menyebut, ada tidaknya unsur kesengajaan menjadi pertimbangan dalam menindak. Temuan selama ini, keberadaan hiu itu karena ketidaksengajaan. Membuat pihaknya dilematis menegakkan peraturan. ‘’Nelayan kecil, masyarakat kecil, ada masalah hati di sini. Sehingga tidak mudah menerapkan hukum,’’ paparnya.

Langkah yang dilakukan UPT PPP Tamperan sebatas preventif. Memberikan penjelasan kepada nelayan agar tidak menangkap ikan yang dilindungi dan rawan punah. ‘’Yang kami lakukan menyita ikan itu lalu dikubur,’’ ucapnya.

Ninik tidak menampik masih saja ada hiu dilindungi di pasaran. Dia berjanji intens melakukan sosialisasi. Tidak hanya nelayan, tapi juga pedagang. ‘’Secara bertahap dilaksanakan,’’ tandasnya. (den/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close