JNE “Ngajak Online” Madiun

89

MADIUN – Program JNE Ngajak Online 2019 yang diselenggarakan JNE mendapat sambutan luar biasa dari kalangan UKM Madiun. Workshop bertema “Mengemas Produk & Strategi Digital’’ ini digelar di 16 kota untuk kalangan pengusaha dan UKM di daerah secara gratis.

Ya, sebagai negara yang kaya akan sumber daya alam, UKM di Indonesia memiliki peluang besar untuk menghasilkan produk-produk bernilai tinggi. Hampir setiap daerah di Indonesia memiliki sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan mulai dari bahan pangan lokal yang dapat diolah menjadi makanan khas daerah ataupun aneka kerajinan.

Produk lokal kini berkembang menjadi lahan industri kreatif yang banyak digeluti UKM dengan memanfaatkan potensi suatu daerah. Hal ini tak lepas dari tuntutan jaman dan kebutuhan konsumen yang semakin meningkat sehingga produsen dalam hal ini UKM harus memutar otak untuk mengembangkan produknya.

Sebagai perusahaan logistik yang telah dipercaya menjadi mitra distribusi para UKM di seluruh penjuru negeri. JNE merasa perlu ambil bagian dalam era industri 4.0. Selain terus melakukan digitalisasi pada proses bisnisnya, JNE juga ikut berperan serta dalam memberikan edukasi pada masyarakat umum maupun UKM mengenai  strategi penjualan di era digital.

Tahun ini, JNE kembali menggelar program untuk meningkatkan potensi UKM. Yakni workshop “JNE Ngajak Online 2019” bertema “Mengemas Produk & Strategi Digital’’. Workshop untuk 16 kota ini digelar bagi pengusaha dan UKM di daerah secara gratis.

Workshop ini bertujuan meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan UKM. UKM sendiri dapat dipasarkan secara luas melalui langkah-langkah strategis. Salah satunya dengan memperhatikan packaging produk dan tampilan produk, sehingga memiliki nilai jual yang tinggi.

Workshop yang diselenggarakan pada Kamis, 28 Februari 2019, lalu, JNE menghadirkan Natalie, praktisi Digital Marketing dalam “JNE Ngajak Online 2019” di I Club.

Di depan 100 entrepreneur, Natalie memaparkan berbagai hal mengenai pentingnya packaging serta pengambilan foto produk dalam menunjang promosi penjualan. Ia mengungkapkan bahwa di berbagai daerah di Indonesia, seperti halnya Madiun, telah memiliki produk yang kompetitif dan berkualitas. Namun masih banyak produsen atau pebisnis yang belum dapat memanfaatkan strategi berjualan online secara maksimal.

Dalam kesempatan ini hadir Wakil Walikota Madiun (terpilih) Inda Raya, yang memberikan support bagi para peserta untuk mengikuti workshop. Ia mengatakan bahwa di era digital marketing UKM juga harus mengikuti perkembangan teknologi informasi. “Digital marketing merupakan kesempatan bagi UKM untuk dikenal daerah di Indonesia atau bahkan meraih pasar luar negeri,’’ katanya.

Selain itu perwakilan Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Madiun juga hadir dan memberikan sambutan dalam acara ini.

Selain packaging, UKM di Indonesia juga memiliki tantangan lain untuk mengembangkan usahannya. Yaitu keterbatasan informasi dan jaringan untuk akses pemasaran, keterbatasan modal, kualitas SDM dan kontinuitas bahanbaku. Pengalaman seputar mengelola usaha ini disampaikan oleh Evi Dwi Winarti owner CV Mitra Anda Madiun yang bergerak di bidang konveksi. Evi juga sekaligus menjadi mitra sales counter JNE di kawasan Kota Madiun.

Evi menceritakan kisahnya merintis usaha hingga saat ini dan bergabung dengan JNE sebagai mitra guna mendukung usahanya. Hal yang tidak kalah pentingnya adalah pemahaman tentang cara-cara mau pun strategi distribusi dari produk-produk yang dihasilkan. Baik di dalam kota mau pun ke seluruh Indonesia. Bahkan pengiriman paket keluar negeri.

Untuk memberikan pandangan bagi para peserta terkait dengan strategi pengiriman paket, hadir sebagai nara sumber yaitu Andri Wicaksono, Branch Manager JNE Madiun.

Andri Wicaksono menyampaikan; “UKM di Madiun  memiliki potensi besar karena begitu banyak produk-produk khas dan asli buatan masyarakat di sini yang kompetitif untuk dipasarkan ke seluruh nusantara. Bahkan luar negeri.

Karena itulah JNE hadir dan menyelenggarakan program “JNE Ngajak Online 2019” untuk memberikan inspirasi mau pun pengetahuan lebih kepada para pengusaha di Madiun dan sekitarnya. “Tujuannya agar bisnis yang dijalankan dapat terus berkembang dengan meningkatnya angka penjualan,” katanya.

Selain penjelasan mendalam tentang strategi distribusi paket serta pemasaran pada e-commerce, JNE juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendaftar langsung menjadi member JNE Loyality Card (JNE) di tempat acara dan langsung mendapatkan 10 bonus poin. JNE Ngajak Online 2019 pun semakin meriah dengan adanya games menarik dan doorprize yang dibagikan dalam kegiatan ini.

Di samping menggelar pelatihan, JNE pun mengadakan “JNE Ngajak Ngirim” yaitu program gratis ongkos kirim yang berlaku sehari setelah acara “JNE Ngajak Online” digelar. “JNE Ngajak Ngirim” berlaku di service Reguler untuk pengiriman paket dengan tujuan di dalam kota yang sama, dan pengiriman antar kota dalam 1 provinsi.

Khusus di Madiun, JNE Ngajak Ngirim digelar pada Jumat 1 Maret 2019. Khusus di hari tersebut JNE memberikan free ongkir untuk tujuan Madiun, Ponorogo, danCaruban.

Program gratis ongkir ini digelar di 16 kota tempat digelarnya “JNE Ngajak Online”. Yaitu Lampung, Karawang, Cirebon, Sukabumi, Tasikmalaya, Cilacap, Magelang, Madiun, Kediri, Mojokerto, Pasuruan, Probolinggo, Jember, Kendari, Ternate, dan Timika.

Bukan hanya itu, untuk memaksimalkan dukungan terhadap UKM local menuju pasar global, JNE pun telah mempersiapkan layanan JNE Internasional Shipment yang dapat mendistribusikan paket pelanggan ke lebih dari 250 negara utama di semua benua.

Khusus untuk UKM Madiun ini program JNE Ngajak Online 2019 yang diselenggarakan JNE mendapat sambutan luar biasa dari kalangan pengusaha dan pemerintah daerah setempat. (advertorial/*)

###

 Informasi lebih lanjut silahkan hubungi : 

Widiana

Media Relations Department

HP : +62 81392280505/ Email : widiana@jne.co.id

 

Sekilas Tentang JNE

JNE berdiri pada tahun 1990, merupakan perusahaan nasional yang berkonsentrasi pada bidang usaha jasa pengiriman dan pendistribusian. JNE juga memperluas bidang usahanya hingga jasa pengiriman makanan khas daerah (PESONA), jasa kepabeanan, penjemputan di bandara, dan pengiriman uang/money remittance. Di akhir tahun 2012, JNE memisahkan divisi Logistik, menjadi unit usaha tersendiri terpisah dari unit kurir ekspres. Di tahun 2013, JNE siap berekspansi di bidang logistik, dengan berfokus pada layanan yang mencakup pergudangan, cargo, pengiriman jalur darat, sea freight, dan air freight. Di tahun 2014, mempersiapkan JNE E-Commerce, dan optimalisasi Mobile Applications, membangun 250 kantor operasional dan jaringan outlet menjadi 5000 outlet di seluruh Indonesia dan menghadapi persiapan daya saing Asia Free Trade Area tahun 2015.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here