Jiwan Sudah Ditutup, Berharap Bongpay Segera Menyusul

201

MADIUN – Diam-diam ada yang iri dengan langkah Satpol PP Kabupaten Madiun menertibkan lokalisasi di Desa Pajaran, Saradan dan Desa/Kecamatan Jiwan. Kepala Desa Sambirejo, Jiwan, Suratno berharap korps penegak perda juga menutup prostitusi Bongpay di wilayahnya. ‘’Aktivitasnya meresahkan yang sudah berlangsung puluhan tahun silam,’’ kata Suratno.

Ratno mengaku sudah sering melapor ke pemkab ihwal penyimpangan di tempat pemakaman warga Tiongkok itu. Namun, tidak pernah ada respons yang baik. Kali terakhir penertiban tahun lalu. Itu pun tidak efektif karena tidak lama kemudian pelaku bisnis esek-esek dari luar Sambirejo itu kembali. Teguran dari warga desa tidak pernah digubris. ‘’Kami ingin persoalan menahun ini berakhir,’’ ujarnya kepada Radar Caruban.

Menurut dia, keberadaan pekerja seks komersial (PSK) dengan bisnis lendirnya berdampak negatif ke lingkungan. Tidak hanya menjadi citra buruk di mata masyarakat, ada kekhawatiran warganya ikut-ikutan mencoba. Apalagi, dia menengarai bisnis haram itu berkedok warung. ‘’Silakan kalau jualan kopi dan makanan. Tapi, jangan tawar-menawar jasa PSK,’’ tegasnya. (fat/cor)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here