Jhon Bastian, Modifikator Spesialis Motor Kontes

164

Jiwa seni kadung menancap di benak Jhon Bastian sedari duduk di bangku SMP. Lambat laun, dia menjelma seorang modifikator motor andalan. Pun, kepiawaiannya mempercantik dan memoles kuda besi berbuah sederet prestasi.

—————–

SEPERTI biasa, Jhon Bastian siang itu sibuk dengan motor pretelan di teras samping rumah. Selain berbagai jenis kunci, kompresor, dan peranti cat, dia ditemani sejumlah rekan sebayanya. Pemuda itu sedang menggarap motor Ninja. Tak jauh dari tempatnya beraktivitas, sebuah motor Tiger modifan teparkir di sudut teras. ‘’Untuk kontes awal Februari nanti,’’ kata Jhon sembari membersihkan tangannya.

Jhon merupakan modifikator spesialis menggarap motor untuk keperluan kontes. Kesehariannya tidak lepas dari menyulap dan memoles kuda besi standar menjadi lebih cantik. Berkat kepiawaian itu, prestasi demi prestasi berhasil diraih. ‘’Yang paling sering juara itu kontes motor drag di GDS Klaten,’’ ujar warga Desa Jururejo, Ngawi, ini.

Pemuda 23 tahun itu kali pertama ’’mengobrak-abrik’’ motor lima tahun silam. Kala itu, Jhon memodif Honda C 70 milik teman untuk diikutkan sebuah kontes di Ponorogo. Tak dinyana, sentuhan kreatif tangannya pada motor yang lumrah disebut minthi itu berbuah juara kategori japstyle. ‘’Setelah itu, jadi sering ikut-ikut kontes motor modif,’’ ujarnya.

Jhon kini menjelma menjadi modifikator yang banyak dicari pencinta motor modif. Kendati begitu, bukan perkara gampang memodifikasi serangkaian mesin kendaraan dengan berbagai perangkat itu. Mesin, cat, bodi, dan aksesori mesti dipikirkannya matang-matang sebelum memulai eksekusi. ‘’Setiap kontes, ada batasan dan aturan modif masing-masing,’’ sebutnya.

Bagi Jhon, memodif motor untuk kontes gampang-gampang susah. Sebab, ada ketentuan terkait safety. Ya, memodifikasi kuda besi bukan berarti bebas berekspresi. Ada batasan-batasan keselamatan yang mesti dipertimbangkan menilik fungsi motor sebagai alat transportasi. ‘’Poin yang paling tinggi biasanya di safety. Ini yang paling bikin pusing,’’ ungkapnya.

Berkutat dengan dunia yang menuntut ide kreatif juga tidak lepas dari kebuntuan. Kalau sudah begitu, Jhon punya caranya sendiri untuk memantik ide di kepalanya. Saat kehabisan akal, dia biasanya beranjak ke dapur membuat kopi. Sambil menyeruput, matanya tidak akan luput memandangi motor yang hendak digarap. ‘’Kadang motor-motor yang juara di kontes jadi inspirasi juga,’’ terangnya. ***(deni kurniawan/isd/c1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here