Jersey KCC 2019 Eye Catching dan Futuristik

198

MADIUN – Desain jersey Karismatik Cycling Community (KCC) 2019 sudah muncul pekan ini. Jika kostum road captain didominasi warna silver, jersey peserta lebih dominan kuning. Sementara itu, bagian bahu terdapat stripes berwarna putih. Sehingga terlihat futuristik. ’’Warnanya menarik dan melambangkan optimisme,’’ kata Wali Kota Madiun Sugeng Rismiyanto yang me-launching jersey KCC bersama tim dari Jawa Pos Radar Madiun di Balai Kota kemarin (22/2).

SR menuturkan, KCC menjadi magnet untuk meningkatkan kunjungan ke Kota Karismatik. Khususnya pada weekend awal Maret. Lantaran ratusan cyclist yang datang ke Kota Madiun tidak sendiri, rata-rata membawa dua hingga tiga orang, baik sopir maupun mekanik. Hal ini memberi dampak multiplier effect bagi perekonomian. Sebab, okupansi hotel pada H-1 atau 8 Maret nanti pasti full booking. Pun sentra kuliner maupun UMKM khas menjadi jujukan para cyclist. ’’Saya mengapresiasi Radar Madiun yang mengangkat Kota Madiun untuk sport tourism yang tentunya memberi dampak multiplier effect. Sehingga Madiun semakin ramai, tidak menjadi kota yang beku,’’ ujarnya.

Tingginya animo cyclist yang mendaftar sejak awal dibuka, menjadi indikator jika Kota Madiun memiliki daya tarik kuat atau berkarisma. Selain itu, Kota Madiun memiliki banyak potensi yang layak dikunjungi. Di bawah kepemimpinannya selama dua periode, kota seluas 33,3 kilometer persegi ini menjelma menjadi metropolis baru. ’’Infrastruktur yang mantap, keamanan dan jasa menjadi kuncinya, sehingga investor tidak ragu datang ke Kota Madiun,’’ tuturnya.

Mantan rektor Unmer ini berharap event di Kota Madiun semakin banyak. Sebab, event memegang peranan penting dalam pembangunan pariwisata. Tak hanya wisata olahraga, namun wisata budaya dan banyak lagi. Untuk itu, dia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi dan berkreasi mengangkat Kota Madiun agar semakin dikenal hingga kancah internasional. ’’KCC ini sebagai penguatan brand karismatik, dan ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tapi seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama mengangkat Kota Madiun lebih baik lagi,’’ tegasnya.

SR yakin, cyclist berlatar belakang pengusaha yang berpartisipasi dalam KCC  bakal tertarik dengan karisma Kota Madiun. Mengingat saat city tour melintasi kawasan penting dalam menguatkan bisnis. Tak kalah penting bagi SR, perizinan di Kota Madiun cepat, mudah, dan tentunya sesuai aturan. ’’Kami welcome. Monggo, Madiun masih seksi menjadi jujukan investasi. Tentu kami juga minta saran dan masukan, khususnya cyclist pengusaha,’’ terangnya.

Sementara, tim dari Jawa Pos Radar Madiun yang terdiri dari General Manager Eko Suprayitno, Pemimpin Redaksi Ockta Prana, Manajer EO Didik Purwanto, dan Manajer Pemasaran Wahyu Budianto bersama-sama Kapolres Madiun Kota AKBP Nasrun Pasaribu juga me-launching jersey KCC. Nasrun bersemangat untuk ikut event yang akan diikuti ratusan cyclist dari berbagai daerah di Indonesia tersebut. Nasrun juga meminta kepada semua anggota dan jajaran polsek yang dilintasi rute KCC untuk memberikan pengamanan secara total. Pengawalan cyclist dari Kota Madiun menuju Magetan juga harus maksimal. ’’Saya nanti sendiri yang akan mengawal mulai dari start dengan bersepeda. Karena ini juga bagian dari program Millennial Road Safety Festival (MRSF),’’ jelas mantan kasubdit II Ditreskrimum Polda Sumsel itu.

Sementara, project officer event KCC Didik Purwanto mengatakan bahwa animo cyclist untuk mengikuti ajang bergengsi itu begitu luar biasa. Sebab, sebulan pasca dibuka pendaftaran online, sudah memenuhi kuota. ’’80 persen cyclist berasal dari luar Kota Madiun, ini di luar ekspektasi,’’ ungkapnya.

Didik mencontohkan, sepekan pasca pembukaan pendaftaran, 60 persen kuota terisi. Mereka berasal dari berbagai kota. Seperti Surabaya, Malang, Pasuruan, Sidoarjo, Mojokerto, Bojonegoro, Solo, Semarang, dan Demak. ‘’Antusias cyclist luar daerah memang cukup tinggi. Mereka sangat tertarik dengan event di Kota Madiun ini,’’ tambahnya.

Tak hanya luar daerah, cyclist lokal eks Karesidenan Madiun juga ogah ketinggalan event ini. Komunitas sepeda sudah ambil bagian. Di antaranya IPSM, CCC, Freedom Cycling Club Madiun (FCCM), Banjarejo Road Bike (BRB), dan W2RB Ponorogo. ’’Respons mereka positif,’’ sebutnya.

Tingginya animo cyclist dibuktikan dengan banyaknya peserta yang jauh-jauh hari mempersiapkan fisik dan mental untuk melahap tanjakan cinta di Sarangan. Beberapa komunitas lokal Kota Madiun mengagendakan untuk nanjak bareng rutin.

Terkait jersey, warna tersebut memiliki filosofi tertentu. Pihaknya mengedepankan konsep Be Seen. Sebagai bentuk keselamatan berlalu lintas. Karena itu, dia sengaja tidak memainkan variasi warna. Sebaliknya, Didik mengaku lebih cenderung menonjolkan bright colour. Sehingga jika terkena sinar matahari tetap ngejreng. Tapi, tidak menyilaukan. ‘’Ini merupakan penyelenggaraan perdana,’’ kata Didik. (her/pra/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here