Jemput Bola Rekam E-KTP ke Sekolah

125

MADIUN – Fasilitasi perekaman e-KTP kepada calon pemilih pemula terus dilakukan Dispendukcapil Kota Madiun. Kemarin (5/3) mereka mendatangi SMKN 4 Madiun.

Belasan siswa yang sudah masuk usia 17 tahun mengantre di halaman sekolah. Mereka menunggu giliran untuk perekaman e-KTP menggunakan mobil keliling. Sebagian besar adalah siswa kelas XII.

Seorang siswi bernama Cindy Sukma mengaku sangat tertolong dengan adanya program perekaman e-KTP ke sekolah yang dilakukan dispendukcapil. Dengan sudah mempunyai e-KTP tersebut, Cindy bisa dipastikan mempunyai hak pilih pada 17 April 2019 mendatang. ’’Sangat membantu. Karena sebelumnya nggak bisa ke kantor dispendukcapil, soalnya fokus sekolah. Dan, ini (pengalaman) pertama bagi saya,’’ kata pelajar kelas XII jurusan akomodasi perhotelan itu.

Pendataan e-KTP memang bersifat jemput bola. Hal itu sengaja dilakukan untuk meningkatkan serapan perekaman e-KTP. Menurut Kasi Pencatatan Akta Kelahiran dan Kematian Dispendukcapil Kota Madiun Aji Kurniawan, sistem jemput bola akan membantu siswa yang sudah cukup umur untuk memiliki e-KTP.

Mereka tidak perlu lagi datang ke kantor untuk perekaman. ’’Ini bagian dari program dispendukcapil mendekatkan diri ke sekolah-sekolah. Supaya siswa yang sudah berusia 17 tahun dapat melakukan perekaman e-KTP,’’ jelasnya.

Selain itu, perekaman e-KTP ke sekolah merupakan bagian dari upaya dispendukcapil membantu KPU untuk menjaring pemilih pemula pada Pemilu 2019. Aji memberikan prioritas tersendiri bagi warga tersebut, termasuk pada proses pencetakan. Itu dilakukan karena mereka butuh identitas yang resmi menurut aturan pemerintah. ’’Dengan begitu, mereka sudah memiliki nomor induk kependudukan (NIK),’’ ujar Aji.

Selain di SMKN 4 Madiun, sebelumnya sistem jemput bola perekaman e-KTP sudah dilakukan di beberapa sekolah lainnya di Kota Madiun. Seperti di SMAN 4 Madiun, SMAN 1 Madiun, SMAN 2 Madiun, dan SMAN 3 Madiun. ’’Jadi, nanti ada gilirannya untuk masing-masing sekolah. Saya harap kesempatan itu bisa dimanfaatkan oleh siswa yang sudah berusia 17 tahun untuk melakukan perekaman e-KTP (gratis),’’ tutur Aji. (*/her/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here