Jembatan Watualang, Lokasi Favorit Ngabuburit ala Warga Ngawi

59

NGAWI – Jembatan Watualang, Ngawi, menjadi lokasi favorit warga untuk menunggu waktu berbuka puasa. Tiap sore, berbagai akfititas dilakukan warga di jembatan penghubung Watualang dengan Desa Watu Gudel, Pitu, tersebut. Sayangnya, beberapa aktifitas ngabuburit justru tak aman dan rawan mengganggu pengguna jalan yang melintas. Salah satunya aksi freestyle tanpa alat pengaman yang dilakukan para remaja.

Radar Ngawi mengunjungi Jembatan Watualang, sore beberapa waktu lalu. Di sepanjang jembatan membentang, tua muda beraktifitas. Ada yang bersantai ria menyaksikan matahari terbenam. Di sisi yang lain, segerombolan anak muda memamerkan skill freestyle mereka menggunakan sepeda motor. Rupanya, banyak remaja yang menyukai aktifitas itu. ‘’Daripada menunggu di rumah, lama. Kalau disini, tiba-tiba sudah azan magrib,’’ sebut Afarel, 16.

Remaja asal Sidomakmur, Ngawi, itu mengaku gemar menyaksikan freestyle. Namun dia tak melakukannya sendiri. Dia hanya mengaku senang melihat aksi pemuda melesat di atas motor dengan tumpuan satu roda. Atau, disebutnya jumping. ‘’Salah satunya yang unik di sini ya seperti itu. Seru aja lihatnya,’’ ujarnya.

Bersamaan langit ujung barat yang kian memerah, suasana di Jembatan Watualang semakin ramai. Sekumpulan pemuda hilir mudik berdatangan. Di saat yang sama, tampak beberapa orang dewasa juga berdiam di pinggir jembatan. Salah satunya Muklis, 31, warga Watu Gudel. Dia memilih ngabuburit membawa anaknya yang masih balita untuk sekadar menikmati keramaian. ‘’Ibunya masak di rumah. Sambil momong anak, sekalian ngabuburit di sini. Anak-anak jadi senang karena ramai,’’ ujar Muklis.

Menurut Muklis, daya tarik Jembatan Watualang sebagai tempat ngabuburit tidak hanya dari ramainya suasana maupun pemuda yang pamer kemampuan mengendarai sepeda motor. Justru, pemandangan di sekeliling yang lebih dia sukai. Sungai Bengawan Solo yang tidak begitu deras tampak indah kala matahari semakin terbenam. Apalagi, kata dia, ketika cuaca cerah. Merah langit senja menyempurnakan suasana ngabuburit. ‘’Semenjak dibangun dulu, jembatan selalu ramai saat bulan puasa,’’ tukasnya. (den/naz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here