Jembatan Nyaris Putus, Warga Harus Memutar 2 Kilometer

87

PACITAN – Warga Banjarsari dan Semanten, Pacitan, terpaksa kembali ke masa kelam akhir 2017 silam. Saat itu jembatan gantung Banjarsari 2 di Dusun Blunding, Banjarsari, hilang diterjang banjir bandang. Akibatnya, warga dua desa itu harus berputar beberapa kilometer. ‘’Memang ada jembatan lain, tapi jauh dan harus memutar,’’ kata Toni Wahidin, salah seorang warga setempat, kemarin (26/1).

Toni mengungkapkan, meski hanya dapat dilalui kendaraan roda dua dan pejalan kaki, namun keberadaan jembatan tersebut amat berarti. Karena rusak, untuk keluar masuk desa mereka harus memutar dua kilometer melalui jembatan gantung di Desa Semanten. Itu amat dirasakan warga yang berjalan kaki dan menggunakan sepeda kayuh.

Sementara jalur lainnya, jembatan di Dusun Kwaron, Tanjungsari, memutar hingga Tambakrejo. Lantaran melewati dua desa, warga harus memutar hingga lima kilometer lebih. ‘’Kalau roda empat memang tidak bisa lewat sini,’’ ujarnya.

Dia menambahkan, jembatan tersebut jadi penyambung ekonomi masyarakat Banjarsari. Pasalnya, jalur tersebut jadi akses terdekat menuju Pacitan (kota). Pun, para pelajar juga menggunakannya.

Setahun berselang, akhir 2018 lalu, jembatan gantung Bajarsari 2 kembali dibangun. Pun awal 2019 kemarin telah dioperasikan kembali meski belum diresmikan. Warga pun sempat bersukacita menggunakan jembatan itu lagi. Dia juga  sempat beberapa kali melintasi jembatan baja tersebut. ‘’Sudah ramai karena lewat sini mudah,’’ ungkapnya.

Namun, siapa sangka, jembatan itu nyaris putus lagi Jumat kemarin (25/1). Toni berharap rusaknya jembatan kedua kali tersebut bakal segera diperbaiki. ‘’Kalau takut (melintas, Red) jelas ada, tapi kami yang tinggal di seberang sungai tentunya butuh jembatan,’’ tutur warga Banjarsari itu. (mg6/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here