Jembatan Melintir Naik ke Penyidikan, Polisi Dalami Unsur Kelalaian

83

PACITAN – Penyelidikan perkara melintirnya jembatan gantung Banjarsari 2 memasuki babak baru. Polres Pacitan menaikkan statusnya menuju penyidikan. Hingga kini delapan saksi sudah diperiksa. ‘’Ada saksi dari kontraktor, pekerja, petugas pengelasan, juga saksi dari warga yang tahu kejadiannya,’’ kata Kasat Reskrim Polres Pacitan AKP Imam Buchori kemarin (27/2).

Namun, pemeriksaan delapan saksi tersebut belum seluruhnya rampung. Bersamaan dengan ditingkatkannya ke penyidikan, beberapa saksi akan menjalani pemeriksaan tambahan untuk pendalaman. Pun saksi bisa dimungkinkan bertambah. Namun, siapa dan jumlahnya belum ditentukan. Itu sesuai berita acara pemeriksaan saksi sebelumnya. ‘’Kami mencari tahu siapa yang bertanggung jawab,’’ ujar Imam.

Pendalaman pemeriksaan diarahkan ke kelalaian kerja. Itu sesuai fakta di lapangan. Ada pekerja yang jatuh hingga patah kaki. Sehingga, pasal 360 KUHP tentang kelalaian kerja dengan ancaman paling lama lima tahun bakal dijeratkan. Meski begitu, Imam menyebut terbuka kemungkinan menerapkan pasal berlapis. ‘’Ini kelalaiannya dulu, baru nanti dikembangkan,’’ tuturnya.

Selama pemeriksaan hingga menuju penyidikan, pihaknya mendatangkan tim Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri Cabang Surabaya. Pun olah tempat kejadian perkara (TKP) telah digelar. Saat ini pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan tim labfor tersebut. ‘’Ini kami masih koordinasikan,’’ tambah Imam.

Dari hasil pemeriksaan tim labfor tersebut bakal muncul kesimpulan terkait penyebab melintirnya jembatan gantung di Desa Semanten, Pacitan, yang mengakibatkan dua korban luka tersebut. Sehingga, akan muncul dugaan lain sesuai fakta-fakta pemeriksaan. Selain faktor kelalaian, bisa juga akibat tindak pidana korupsi. Hanya, proses tersebut masih panjang. Jika dugaan tersebut muncul, pihaknya harus melakukan penghitungan kerugian negara akibat ketidaksesuaian spesifikasi konstruksi dan sebagainya. ‘’Itu nanti, masih digali,’’ ucapnya.

Diketahui, tim labfor ke Pacitan, Rabu (6/2). Selama dua hari mereka melakukan olah TKP jembatan Banjarsari 2 yang melintir tersebut. Sedangkan jembatan yang belum diresmikan itu nayris putus Jumat lalu (25/1). Hasil pemeriksaan masih menunggu pengujian di laboratorium bekerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. (odi/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here