Madiun

Jembatan Luworo Butuh Perbaikan

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Kondisi jembatan penghubung Kabupaten Madiun-Ngawi memprihatinkan. Jembatan di Luworo, Pilangkenceng, itu berlubang. Sehingga membahayakan warga yang melintasinya. ‘’Tidak ada perbaikan dari pemerintah, warga berinisiatif menambal dengan papan kayu dan tanah padas,’’ kata Sutiyo, warga setempat, Kamis (3/9).

Kerusakan tidak hanya lapisan atas. Tiangnya juga sudah tidak layak. Warga sempat protes dengan menanam pisang di lubang jembatan itu. ‘’Tapi, tidak ada respons dari pihak terkait hingga sekarang,’’ kesalnya.

Menurut Sutiyo, jembatan sulit dilewati. Tambalan kayu dan tanah bisa sewaktu-waktu larut terkena air. Sehingga, berlubang lagi. ‘’Dulu ada anak sekolah jatuh gara-gara roda sepedanya terperosok lubang,’’ ungkapnya.

Ersito, warga lainnya, setiap hari bisa empat kali lebih melintasi jembatan itu. Dia harus hati-hati berkendara saat di atas jembatan. Selain berlubang cukup banyak, saat berpapasan dengan kendaraan lain jembatan bergoyang. ‘’Takut sebenarnya lewat sini, tapi cuma ini akses satu-satunya. Kalau muter jauh,’’ keluhnya.

Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Madiun Anang Tri Cahyono menyebut perbaikan jembatan sudah direncanakan 2018 lalu. Namun, belum terealisasi. Perbaikan jembatan 26×6 meter itu diperkirakan butuh anggaran Rp 18 miliar. Untuk kondisi seperti saat ini dirasa berat. ‘’Kami lakukan penanganan darurat,’’ katanya.

Jika masih bisa diperbaiki dan aman, lanjut dia, akan diperbaiki sementara dengan menambal lapisan atas. Dia menduga kerusakan jembatan karena faktor usia dan alam. Selain itu, jembatan tersebut padat pengguna antardaerah. ‘’Akan kami prioritaskan perbaikannya walaupun pendanaan saat ini cukup berat,’’ janjinya. (mg4/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close