Jembatan Kedungbendo ‘’Ketularan’’ Banjarsari 2

91

PACITAN – Jembatan Kedungbendo, Arjosari, Pacitan, yang sepaket dengan proyek jembatan Banjarsari 2 kini hanya jadi pajangan. Sebab, jembatan yang dikerjakan akhir 2018 lalu itu juga tidak bisa difungsikan. Setelah konstruksinya ditemukan melengkung, lantai jembatan dibongkar tidak lama setelah insiden melintirnya jembatan Banjarsari 2. ‘’Kalau mau lewat ya harus nyebrang kali,’’ kata Sodirin, warga setempat, kemarin (26/3).

Warga pun kecewa dibuatnya. Mereka sudah sering mengeluhkan kondisi tersebut kepada kepala desa setempat. Sayangnya, hingga kini jembatan yang mulai dioperasikan Desember 2018 lalu itu belum juga diperbaiki. Padahal, jembatan tersebut jadi salah satu penunjang perekonomian warga. ‘’Kalau mau kerja ke kota atau seberang sungai banyak yang lewat sini,’’ ujarnya.

Kepala Desa Kedungbendo Sugianto membenarkan selalu ditanyai warganya. Dia pun tak bisa memberi jawaban lantaran Pemkab Pacitan belum memberi kejelasan. Termasuk saat kegiatan tilik warga sekitar sebulan lalu. ‘’Belum ada jawaban dari atasan. Selanjutnya mau diapakan, diganti bordes atau tiangnya, saya belum tahu,’’ tuturnya.

Sugianto risih juga. Pasalnya, jawaban yang diberikan nyaris selalu sama. Pihaknya sekadar diminta bersabar. Bermodal desakan yang tiada henti dari warganya, dia bakal menanyakan ulang nasib jembatan di desanya itu. Tidak hanya ke DPUPR Pacitan, tapi juga BBPJN VIII. ‘’Kami akan tanyakan lagi, termasuk ke pihak terkait lain,’’ tegasnya.

Dia menyebut keresahan warga itu wajar. Pasalnya, jembatan gantung sepanjang 120 meter dan lebar 1,8 meter itu merupakan akses utama warga tiga dusun di desanya. Yakni, Dusun Banyuanget, Ngasem, dan Jati. Mereka harus memutar dua hingga 2,5 kilometer melalui jembatan lainnya, yakni Tewal dan Tegal. ‘’Jembatan ini juga digunakan warga Desa Kalikuning, Tulakan, kalau mau ke kota,’’ sebutnya. (odi/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here