Jembatan Kasreman Makan Korban

187

NGAWI – Jembatan penghubung Desa Kasreman dan Karangmalang yang ambrol setahun lalu memakan korban. Seorang pengendara motor yang bukan asli warga setempat terjatuh dari jembatan tersebut karena diduga kurang hati-hati saat melintas. ‘’Untungnya hanya mengalami luka ringan,’’ kata Kepala Dusun (Kasun) Kasreman I Supriyadi kemarin (15/1).

Supriyadi mengungkapkan, peristiwa tersebut terjadi pada Kamis lalu (10/1) sekitar pukul 19.00. Warga luar desa itu melintas dari Dusun Ngasinan, Desa Karangmalang, menuju Kasreman. Diduga belum tahu jembatan dalam kondisi rusak, akhirnya tercebur ke sungai. ‘’Ini kejadian pertama sejak jembatan ambrol. Alhamdulillah orangnya selamat dan kendaraannya juga tidak rusak parah,’’ ungkapnya.

Dia membantah jembatan itu tidak diberi tanda peringatan. Supriyadi menyebut, pihak dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) telah memasang banner bertuliskan ’’Jembatan Rusak’’. Juga ada kayu melintang sebagai penanda dilarang melintas. ‘’Katanya waktu lewat tidak ada palangnya, kenyataannya kan ada,’’ tegasnya.

Supriyadi juga menyebut ada penerangan di masing-masing ujung jembatan. Karena itu, dia menyangsikan keterangan si pengendara itu bahwa tidak mengetahui ada tong besar ditaruh di tengah jalan. ‘’Kalau orang sini sudah tahu semua (jembatan ambrol, Red), sehingga pilih memutar lewat jalur lain,’’ paparnya.

Pantauan Radar Ngawi di lokasi, memang ada peringatan berupa banner berukuran sekitar 1×2 meter terpasang di jalan menuju jembatan itu. Juga palang dari batang bambu melintang beberapa meter sebelum jembatan. Namun, mungkin karena sudah terlalu lama, peringatan itu ada yang sudah rusak, bahkan tidak terbaca lagi. ‘’Ambrolnya sudah hampir setahunan, April 2018 lalu kalau tidak salah,’’ sebutnya.

Kabid Pembangunan Jalan DPUPR Mohamad Sadli memastikan, jembatan penghubung Desa Kasreman dan Karangmalang bakal diperbaiki tahun ini. Sebelumnya, dia menyebut proses penyusunan detail engineering design (DED) sudah rampung akhir 2018. ‘’Rusaknya kan sudah pertengahan tahun lalu, jadi belum masuk anggarannya. Tapi sudah kami upayakan pembuatan DED-nya dalam perubahan APBD 2018,’’ jelasnya.

Perbaikan jembatan, kata dia, dijadwalkan akhir Maret atau paling lambat awal April mendatang. Sebelum itu, terlebih dahulu dilakukan proses lelang proyek. Anggarannya menelan biaya sekitar Rp 3,5 miliar. ‘’Akan direhab total nanti,’’ pungkasnya. (tif/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here