Jembatan Gantung Kedungbendo Ditutup, Warga Terpaksa Seberangi Sungai

155

PACITAN – Warga Kedungbendo, Arjosari, Pacitan, sangat butuh jembatan. Pasalnya, sejak ditutup beberapa hari lalu, jembatan gantung Kedungbendo yang menghubungkan Dusun Jati, Banyuanget, dan Ngasem terpaksa tetap dilewati. Padahal, terdapat rambu peringatan larangan serta portal bambu di atas jembatan itu. ‘’Kebanyakan pejalan kaki,’’ kata Subakir, warga setempat.

Subakir mengungkapkan, sebelum insiden rusaknya jembatan gantung Banjarsari 2 di Desa Semanten, Pacitan, pekan lalu, jembatan yang melintang di atas Sungai Grindulu itu ramai dilalui warga. Baik pejalan kaki maupun kendaraan roda dua. Jembatan tersebut baru selesai dibangun awal tahun ini dan belum diresmikan. ‘’Saya juga sempat melintas dan aman gak ada apa-apa,’’ ujarnya.

Menurut dia, jembatan Kedungbendo merupakan akses vital warga setempat. Pasalnya, itu merupakan akses terdekat setelah terputusnya jembatan lama akhir 2017 silam. Sementara, jalan alternatif harus  memutar lebih dari empat kilometer untuk ke seberang sungai. ‘’Sebenarnya warga menyayangkan penutupan jembatan ini. Padahal kelihatan aman,’’ tuturnya.

Meski begitu, tak sedikit pula warga yang waswas menyusul rusaknya jembatan Banjarsari 2 yang pekerjaan proyeknya sepaket dengan jembatan Kedungbendo ini. Karena itu, beberapa warga memilih menyeberangi Sungai Grindulu yang beraliran deras ketimbang melintasi jembatan. ‘’Mereka tergolong nekat, karena daripada memutar terlalu jauh,’’ katanya.

Mereka menyeberang sungai sambil membawa hasil bumi untuk dijual. Pasalnya, selain dekat, akses menuju pangkal jembatan kini tergolong mudah. Dari arah Banyuanget, jalan telah diperbaiki. Sehingga, warga memilih tetap menggunakan akses menuju jembatan meski terpaksa menyeberang di bawahnya. ‘’Ada yang bilang jembatan ini juga miring tiangnya. Kalau menurut saya biasa saja,’’ ungkap Subakir.

Dia menduga penutupan jembatan berkaitan dengan rusaknya jembatan Banjarsari 2. Pasalnya, pelaksana proyeknya rekanan yang sama. Beberapa waktu lalu, petugas sempat melihat kondisi jembatan berkali-kali. Disusul bupati dan wakilnya juga bergantian meninjau jembatan ini. ‘’Sudah banyak yang ke sini melihat kondisi jembatan,’’ ucapnya sembari berharap jembatan lekas dibuka. (mg6/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here