Jembatan Duri Dibangun Mei Mendatang

25

PONOROGO – Warga Desa Duri, Slahung dan sekitarnya merasa lega. Sebab jembatan penghubung antar desa dan kecamatan yang roboh bakal dibangun. Sesuai rencana pekerjaan dilakukan tahun ini. ’’Robohnya tahun 2017, mulai bulan Mei pembangunannya,’’ ujar Kepala Desa Duri Suroto.

Dia mengatakan, warga sekarang masih bisa melintas dengan menggunakan jembatan sementara. Berupa jembatan bambu yang hanya cukup dilalui sepeda motor roda dua. Sementara, roda empat harus memutar melalui Desa Gombang. Atau bisa melalui Desa Kambeng jika ingin pergi ke daerah selatan. ‘’Termasuk jembatan cukup tua,’’ kata Suroto.

Seroto menambahkan jembatan tersebut terakhir dibangun 1998 silam. Sejak roboh, warga setempat terus mendesak agar jembatan diperbaiki. Pun pihak desa tidak dapat berbuat banyak. Sebab, menjadi kewenangan dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) setempat. ’’Bukan kewenangan desa. Pihak kami hanya bisa mengusulkan saja,’’ lanjutnya.

Pihaknya telah beberapa kali mengajukan perbaikan jembatan. Barulah tahun ini perbaikan jembatan dilaksanakan. Pihaknya berharap pekerjaan segera dilaksanakan. ’’Untuk konstruksi semoga baik sehingga tidak roboh lagi. Selain itu, kami harapkan tahan banjir,’’ ungkapnya.

Terpisah, Kepala DPUPR Ponorogo Jamus Kunto mengungkapkan jembatan tersebut dipastikan dibangun tahun ini. Anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 700 juta. Untuk pembangunan landhoop jembatan sisi selatan dan lantai jembatan. ’’Kami pastikan tahun ini diadakan perbaikan jembatan tersebut,’’ kata Jamus.

Untuk pelaksanaan, diperkirakan bulan Mei mendatang. Menunggu musim penghujan usai. Menurutnya pengerjaan kontruksi jembatan harus menunggu debit air sungai surut. ‘’Salah satu kendala pada kalender musim. Seluruh pekerjaan kontruksi jembatan harus menunggu debit sungai menurun atau pada musim kemarau,’’ lanjutnya.

Dia mengatakan detail enginering design (DED) telah rampung dikerjakan. Selanjutnya DED bakal dikirim ke panitia lelang. Sehingga proses lelang dapat dilangsungkan. ’’Sambil menunggu debit air sungai menurun,’’ ungkap Jamus sembari menyebut ukuran jembatan 9×5 meter.

Terkait konstruksi, pihaknya memastikan jembatan dibangun dengan kokoh. Sehingga tahan dengan sungai yang menjadi langganan banjir tersebut. Pun dapat dilewati truk muatan. ’’Termasuk sungai cukup besar dengan debit air yang cukup tinggi jika banjir. Maka untuk kontruksi kami pastikan tahan banjir,’’ tuturnya.

Selain itu, pihaknya juga menyiapkan pekerjaan perbaikan jembatan Desa Bancangan, Sambit yang putus diterjang banjir beberapa waktu lalu. Kendati demikian, seluruh pekerjaan bisa terlaksana bulan Mei mendatang. ’’DED sudah rampung. Ini proses lelang, setelah itu bisa langsung dikerjakan,’’ ucapnya. (mg7/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here