Jembatan Branjangan Tinggal 23 Tahun

158

MADIUN – Insiden robohnya Jembatan Cincin Lama di Tuban memantik waspada siapa saja. Tak ingin nahas itu terulang, Kapolres Madiun Kota AKBP Nasrun Pasaribu turun langsung ke kolong jembatan Branjangan, Nambangan Kidul, Manguharjo, kemarin (23/4). ‘’Pasca-insiden di Tuban, Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin menginstruksikan seluruh polres jajaran melakukan inspeksi,’’ tegasnya.

Jembatan aset nasional di Jalan Hayam Wuruk itu menjadi perhatian khusus karena merupakan salah satu penghubung utama barat-timur Kota Madiun. Terlebih, kata Nasrun, dimungkinkan bakal ada peningkatan volume kendaraan jelang Lebaran nanti. ‘’Jangan sampai kenaikan volume kendaraan itu mencelakai pengendara,’’ jelasnya.

Bersama DPUTR dan dishub, mantan Kasubdit II Ditreskrimum Polda Sumsel itu ingin memastikan tidak ada satu bagian pun dari jembatan yang berpotensi menimbulkan bahaya. Belajar dari Jembatan Cincin Lama, tonase berlebih dan uzurnya konstruksi berakibat sangat fatal. ‘’Sejauh ini tak ada kerawanan, kondisinya baik-baik saja. Tetapi harus tetap dipantau secara intensif,’’ tegasnya.

Kabid Jalan dan Jembatan DPUTR Thariq Megah membeberkan, Jembatan Branjangan yang didirikan sejak 1992 itu masih dalam kondisi aman. Sebab, didesain sanggup bertahan hingga usia 50 tahun. Sampai kini, usia jembatan itu baru 27 tahun. Tinggal 23 tahun lagi. Jembatan dengan rangka baja dan fondasi dua pilar di tengah itu didesain mampu menahan beban total 70 ton dalam sekali lintasan kendaraan. ‘’Masih aman kalau dari usia. Konstruksinya juga masih bagus,’’ bebernya.

Thariq menyebut, secara keseluruhan kondisi jembatan di Kota Madiun tidak begitu memprihatinkan seperti di Tuban. Hingga akhir 2017 lalu, sebanyak 118 jembatan masih aman. Namun, Thariq meminta pemeliharaan tetap dilakukan intensif. ‘’Karena Jembatan Branjangan ini ada di bawah pengelolaan BBPJN (Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional, Red), tapi kami juga ikut terlibat dalam pemeliharaan,’’ jelasnya.

Pemeliharaan berkala diupayakan lewat peningkatan konstruksi pekerjaan jika memungkinkan. Semisal peningkatan lebar badan jalan jika dirasa kurang menampung volume kendaraan. Atau, peningkatan konstruksi fondasi dengan material yang lebih kuat. ‘’Khusus Jembatan Patihan yang sempat ditutup karena pergeseran pilar, sementara dibuka kembali dengan pertimbangan akses sepeda dan sepeda motor. Jangka panjang tetap direnovasi total,’’ ujarnya. (naz/c1/fin)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here