Jembatan Banjarsari Menunggu Kajian Dirjen Binamarga

111

PACITAN – Pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek jembatan gantung Banjarsari 2 Syifa Udukha akhirnya buka suara terkait nyaris putusnya jembatan yang dibiayai APBN 2018 itu.

Meski sudah memantu lokasi, dia belum bisa mengungkap biang keladinya. Sebab, masih butuh kajian Direktorat Jendral (Dirjen) Binamarga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR). ‘’Nanti akan dilakukan kajian teknis agar dapat diketahui masalahnya. Juga penyebabnya,’’ katanya Jumat malam (25/1).

Terkait kerusakan jembatan Banjarsari 2 tersebut, PT Cahaya Agung Perdana Karya selaku rekanan bakal memperbaikinya. Sebab, hingga saat ini, jembatan yang pekerjaannya sepaket dengan jembatan Kedungbendo itu masih dalam tahap pemeliharaan. Menurut dia, material yang rusak bakal diganti. ‘’Rekanan akan segara melakukan perbaikan,’’ ujarnya.

Karena itu, Syifa meminta penutupan jembatan oleh Polres Pacitan segera dibuka kembali.  Sebab, perbaikan tidak bisa dilakukan jika lokasi ditutup. Terkait korban luka akibat insiden itu, dia menyebut tanggung jawab rekanan. ‘’Korban bukan tanggung jawab  kami. Rekanan yang meng-cover asuransinya,’’ jelasnya.

Dia mengungkapkan, pembangunan jembatan gantung Banjarsari 2 berawal saat jembatan penghubung Desa Banjarsari dan Semanten putus diterjang banjir bandang akhir 2017 silam. Pembangunan dilakukan atas permohonan Pemkab Pacitan bersamaan kunjungan Presiden RI Joko Widodo dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono ke Pacitan.

Diketahui, jembatan Banjarsari 2 dibangun dengan biaya Rp 6,08 miliar sepaket dengan jembatan Kedungbendo. Jembatan tersebut telah dioperasikan beberapa hari lalu meski belum diresmikan. Sebelum insiden terjadi, Kades Banjarsari Gatot Purwadi sempat menemukan satu tiang pancang miring. Untuk memastikan penyebab kejadian tersebut, Polres Pacitan pun bakal menyelidikinya. (odi/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here