Jembatan Banjarsari 2 Melintir Gara-gara Lubang Baut

131

PACITAN – Sepele tapi berakibat fatal. Itu dugaan penyebab melintirnya jembatan Banjarsari 2, Semanten, Pacitan, awal tahun 2019 lalu.  Bahkan, jembatan gantung itu akhirnya putus diterjang derasnya aliran Sungai Grindulu. Pelaksana proyek PT Cahaya Agung Perdana Karya dituding lalai.

Sesuai hasil uji Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri Cabang Surabaya, pekerja proyek menambah lubang baut di kerangka jembatan. ‘’Semestinya pelubangan itu tidak ada. Sehingga, mengurangi kekuatan jembatan,’’ kata Kasat Reskrim Polres Pacitan AKP Imam Buchori kemarin (26/3).

Meski begitu, pihaknya belum menetapkan tersangka terkait insiden melintirnya jembatan yang mengakibatkan dua korban terluka itu. Pihaknya masih menunggu keterangan dari saksi ahli. Yakni, dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. ‘’Kami juga masih melakukan pengembangan penyidikan dengan memintai keterangan saksi-saki lain,’’ ujarnya.

Imam bakal menerapkan pasal 360 KUHP tentang kelalaian kerja dengan ancaman hukuman paling lama lima tahun penjara. Itu seperti yang diungkap saat meningkatkan status kasus akhir Februari lalu. Sedangkan dari pengembangan penyidikan, penerapan pasal lain masih dimungkinkan. Salah satunya pasal 3 UU 20/2001 tentang Tindak Pidana Korupsi. ‘’Kelalaian dulu, baru nanti mengembang,’’ tuturnya.

Sementara police line yang terpasang di jembatan Banjarsari 2 yang melintir  hanya hitungan jam sudah raib. Belum diketahui sejak kapan dan siapa yang melepas. Hanya, di lokasi juga didapati sejumlah material rangka baja jembatan Banjarsari 2 sudah dibongkar. Material itu disisihkan di ujung jembatan. ‘’Pembongkaran sudah sejak minggu kemarin,’’ kata Pengawas BBPJN VIII Pacitan Teki Awanggoro.

Teki menambahkan, pembongkaran tersebut dilakukan lantaran di lokasi yang sama bakal dibangun ulang jembatan gantung. Hanya, bukan paket pekerjaan baru. Masih paket yang sama sebagai konsekuensi melintirnya jembatan saat masa pemeliharaan. Sehingga, masih dikerjakan kontraktor yang sama, PT Cahaya Agung Perdana Karya. ‘’Masih yang sama,’’ sebutnya.

Menurut dia, material bongkaran jembatan lama tidak digunakan sama sekali untuk membangun jembatan baru. Tapi, bakal disimpan sementara di gudang BBPJN VIII Pacitan. Setelah pembongkaran masih menunggu material pengganti. ‘’Belum bisa memastikan mulai pembangunan ulang. Soalnya bahan harus ambil dari gudang Ditjen Jembatan,’’ bebernya. (odi/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here