Jemaat Gereja Melek Jurnalistik

72

NGAWI – Membaca dulu baru menulis, seperti bayi yang mendengar lebih dulu sebelum akhirnya bisa berbicara. Itu salah satu pesan Pemimpin Redaksi (Pimred) Jawa Pos Radar Madiun Ockta Prana Lagawira dalam acara diklat jurnalistik di GKJW Jemaat Ngawi kemarin (5/2). ’’Semua bisa menulis asal dibarengi dengan niat yang sungguh-sungguh,’’ kata Ockta.

Pelatihan berjalan seru, asyik, dan santai. Sebanyak 30 lebih jemaat gereja usia pelajar antusias memperhatikan jurus-jurus menulis berita. Cepat, nyata, penting, dan menarik, menjadi bumbu kepenulisan yang tak boleh dikesampingkan untuk melengkapi unsur 5W 1H dalam sebuah karya jurnalistik. ‘’Untuk mengawalinya, dicoba dari yang simpel-simpel dulu. Seperti curhat melalui tulisan,’’ ujar pria asal Tegalarum, Bendo, Magetan itu.

Selain mendapatkan pelatihan. Puluhan jemaat gereja yang masih remaja mendapatkan kesempatan tulisannya dimuat di website resmi Jawa Pos Radar Madiun. Kendati demikian, pemuatan tidak asal pasang begitu saja. Melainkan berdasar pada standar keredaksian. ‘’Teman-teman akan bergabung dengan student journalist angkatan III , setelah Kota Madiun dan Magetan. Dalam waktu sepekan ke depan, karya-karya peserta bisa dikirim langsung ke surel (surat elektronik) saya pribadi dan akan saya edit langsung nanti,’’ paparnya dibarengi peserta pelatihan mencatat alamat surel yang dipaparkan.

Puluhan jemaat gereja usia pelajar itu sengaja dibekali pelatihan jurnalistik. Saat ini, pihak gereja berfokus mengelola blog maupun website. Pendeta Galih Fendi Christianto semringah dengan adanya pelatihan jurnalistik tersebut. Dia berharap anak-anak di gereja bisa menjadi wartawan untuk menuliskan informasi. Baik urusan kegerejaan maupun lingkungan sekitar. ’’Melalui pelatihan ini kami harapkan jemaat gereja jadi melek teknologi dan bisa memberikan berita-berita yang baik,’’ ungkap Galih. (mg8/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here