Jelang UNBK SMK, Imbau Sekolah Siapkan Genset

57

NGAWI – Ujian nasional berbasis komputer (UNBK) 2019 jenjang SMK digelar mulai hari ini. Di Ngawi, peserta UNBK tahun ini sebanyak 5.908 siswa dari 37 sekolah negeri dan swasta.

Menilik ujian yang berbasis komputer, listrik menjadi komponen paling penting dari sekian sarana-prasarana pelaksanaan UNBK. Mengantisipasi terjadinya oglangan, Cabdindik Jatim Wilayah Madiun jauh sudah berkoordinasi dengan PLN untuk tidak melakukan pemadaman listrik.

Meski begitu, Kepala Cabdindik Jatim Wilayah Madiun Supardi mengatakan, pihaknya telah mengimbau kepada masing-masing sekolah penyelenggara agar menyediakan genset. ‘’Untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu listrik bermasalah,’’ ujar Supardi kemarin (24/3).

Selain listrik, pihaknya mewaspadai potensi terganggunya jaringan internet, baik di sekolah maupun pusat. ‘’Kami sudah melakukan beberapa langkah antisipasi kendala-kendala yang dimungkinkan terjadi selama ujian. Termasuk menyediakan tenaga bantuan kalau terjadi gangguan,’’ tuturnya.

Di sisi lain, Supardi memastikan semua sekolah telah memasang atribut pelaksanaan UNBK seperti denah lokasi dan ruangan. ‘’Ombudsman menemukan kasus beberapa sekolah yang tidak melengkapi dengan atribut itu. Tapu, berdasarkan pemantauan kami, di Ngawi tidak ada kasus seperti itu,’’ ungkapnya.

Dia menambahkan, tahun ini seluruh SMK di Ngawi menyelenggarakan UNBK secara mandiri. Tidak ada lagi yang menumpang ke sekolah lain untuk melaksanakan ujian.

UNBK SMK dijadwalkan berlangsung sampai Kamis (28/3). Tiap hari ada tiga sesi. Mata pelajaran (mapel) yang diujikan adalah bahasa Indonesia, matematika, bahasa Inggris, dan teori kejuruan. ‘’Kami harapkan peserta tidak menyikapi ujian nasional sebagai sesuatu yang menakutkan,’’ ujarnya. (den/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here