Jelang Kelulusan SMA/SMK, Angka Pengangguran Berpotensi Bertambah

71

MADIUN  – Angka pengangguran di Kota Madiun berpotensi bertambah. Kondisi itu dipengaruhi jelang pengumuman kelulusan SMA/SMK. Total ada sekitar 4.640 siswa yang menjadi peserta ujian nasional berbasis komputer (UNBK) lalu. Sebagian dari mereka sudah diterima kerja dan kuliah. Namun, beberapa di antaranya belum.

Persoalan itu menjadi atensi dinas tenaga kerja (disnaker). Karena ketersediaan lapangan pekerjaan di Kota Madiun terbatas. Sementara lulusan SMA dan sederajat membeludak hampir setiap tahunnya. ’’Ada kemungkinan penambahan jumlah pengangguran. Walaupun di Kota Madiun hampir 90 persen lulusan SMA memilih meneruskan kuliah. Sedangkan, 10 persen lainnya meneruskan bekerja,’’ kata Suyoto, kepala Disnaker Kota Madiun.

Kondisi lebih baik ada di SMK. Suyoto menyebut hampir seluruh SMK di Kota Madiun sudah mempunyai cara tersendiri untuk menjembatani agar siswanya cepat diterima bekerja. Seperti menerapkan program bursa kerja khusus (BKK). ‘’Di luar itu kami juga fasilitasi kerjasama perusahaan yang membutuhkan pekerjaan dengan cara turun ke beberapa sekolah,’’ ungkapnya.

Selain itu, lanjut dia, disnaker juga membuka lowongan pekerjaan dari hasil kerjasama dengan perusahaan. Salah satunya adalah perusahaan ritel minimarket yang beberapa hari lalu telah mengajukan permintaan fasilitasi open recruitment. ’’Jadi, kami selalu berusaha untuk mencari peluang supaya pengangguran di Kota Madiun ini bisa tertampung di perusahaan-perusahaan tertentu,’’ ujar mantan kepala dinas pendidikan tersebut.

Suyoto menyebutkan pihaknya sudah menjalin kerjasama dengan sekitar 10 perusahaan sebagai bentuk upaya pengurangan angka pengangguran di Kota Madiun. Dari situ, pihaknya berharap bisa menyerap sekitar 500 orang pencari kerja (pencaker). ‘’Itu sudah termasuk pengiriman pencaker ke Batam,’’ sebutnya.

Disamping itu, Suyoto menambahkan pihaknya juga sering melakukan pelatihan-pelatihan kewirausahaan terhadap beberapa para pencari kerja. Pelatihan tersebut bertujuan merangsang angkatan pencari kerja untuk kreatif dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi diri sendiri maupun orang lain. ’’Jadi membuat lapangan pekerjaan baru. Sehingga, bisa menampung angkatan kerja di Kota Madiun,’’ jelasnya. (her/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here