Madiun

Jelang Idul Adha, Harga Komoditas Pasar Terjun Bebas

Stok Melimpah Tak Terjamah

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Jelang Hari Raya Idhul Adha, harga daging ayam di Kota Madiun terjun bebas. Di Pasar Besar Madiun (PBM), harga per kilogram yang semula Rp 40 ribu tinggal Rp 25 ribu.

Purwani, salah seorang pedagangnya, mengeluhkan penurunan itu berlangsung sejak sepekan lalu. Kondisi itu seperti mengulangi hari-hari menjelang Hari Raya Idul Adha tahun sebelumnya. Namun, penurunan tahun ini lebih signifikan. ‘’Penjual sayur keliling juga jarang kulakan sekarang,’’ katanya.

Di masa pandemi ini, banyak masyarakat mengurungkan berbagai pesta dan hajatan. Itu membuat stok melimpah di pasar kurang terjamah. Kini, Purwani dalam sehari hanya mampu menjual 20 ekor ayam atau setara 50 kilogram. ‘’Padahal dulu sehari bisa terjual satu kuintal,’’ ungkapnya.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Madiun Gaguk Hariyono mengakui adanya penurunan harga ayam jelang Lebaran kurban. Tren penurunan ini selalu berulang setiap tahunnya. Harga telur ayam ras juga turun dari Rp 25 ribu menjadi Rp 24 ribu per kilonya. Sekilo cabai rawit yang semula Rp 24 ribu menjadi Rp 21 ribu. Bawang merah dari Rp 29 ribu menjadi Rp 27 ribu. ‘’Penurunan harga itu sudah menjadi tren tahunan. Tapi tidak pernah setajam sekarang ini,’’ ujarnya menyebut kelesuan ini tersebab pandemi. (kid/c1/fin)

Jualan Setahun Sekali Sepi Transaksi

KELESUAN ekonomi juga dirasakan pedagang hewan kurban. Animo pembelinya seolah tak terdongkrak momentum jelang Hari Raya Idul Adha. Manis penjualan hingga 50 ekor kini tak tembus separonya. ‘’Sekarang sepi sekali. Tak berani bawa kambing banyak,’’ kata Miarno.

Dua hari melapak, belum ada yang mendatangi lapak dagangan Miarno di Jalan Mayjend Panjaitan. Yang datang sebatas berbasa-basi tanpa lanjut transaksi. ‘’Yang berhenti cuma tanya-tanya,’’ kata warga yang tinggal di Jalan Mulya Bhakti, Ngrowo, Mojorejo, Taman, itu.

Meski Idul Adha tinggal hitungan jari, Miarno yakin dagangannya bakal didatangi pembeli. Keyakinan itu pula yang mendasarinya kulakan kambing di Pasar Dungus dan Kare sejak 40 hari lalu. ‘’Mudah-mudahan habis. Karena jualan hewan kurban seperti ini hanya setahun sekali,’’ harapnya.

Hari Santoso merasakan hal serupa. Pedagang yang melapak di jalan yang sama pula dengan Miarno itu, merasakan lesunya penjualan di tahun ini. Dia merasakan betul perbedaannya sejak mulai berdagang hewan kurban tiga tahun terakhir. ‘’Dulu jual 50-60 ekor pasti habis. Tahun ini hanya bawa 10 ekor saja untuk coba-coba,’’ katanya.

Setidaknya, sudah dua pembeli yang memesan kambing milik pedagang dari Jalan Banjarwaru, Banjarejo, Taman, itu. Kambing pesanan masih dititipkan untuk diambil mendekati hari-H. ‘’Kalau tidak laku, ya nanti dipelihara saja,’’ ucapnya pasrah. (mg3/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close