Madiun

Jawara Pendekar Gowes 2020 (2)

Kalau Salsa Nggak Juara, Nggak Bisa ke Luar Kota

Salsabillah Ni’matus Zahra mengayuh sepeda balapnya sejak dari rumahnya di Sidoarjo ke Kota Madiun. Kegigihannya dalam bersepeda mengantarkannya menjadi juara I kategori women dalam latihan bersama (latber) Pendekar Gowes 2020.

ASEP SYAEFUL BACHRI, Jawa Pos Radar Madiun

SEHARI sebelum latber Pendekar Gowes dihelat, Salsa –sapaan Salsabillah Ni’matus Zahra- sepakat nggowes dari Sidoarjo ke Kota Madiun. Jarak 167 kilometer ditempuh Salsa bersama lima rekan dan dua pelatihnya dari Kelapa Gading Bikers (KGB) mulai pukul 06.00 hingga tiba di kota ini pukul 10.00. ‘’Itu jalannya santai, tidak ngebut,’’ kata gadis asal Desa Keret, Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo, tersebut.

Sesampainya di Kota Madiun, mereka langsung menuju hotel yang sudah dipesan sebelumnya. Setelah beristirahat 5 jam, mereka memutuskan cek rute latber di lereng Wilis. Pesona alam Mutiara Wilis dengan tanjakan jurang Dengkeng itu pun dijajal untuk kali pertama pada sore hari. ‘’Sampai di Kecamatan Kare sekitar pukul 16.00. Turun ke Kota Madiun lagi sekitar pukul 17.00. Setelah itu cari makan malam lalu istirahat,’’ terangnya.

Benar saja, setelah berlatih ekstrakeras dan istirahat cukup, cyclist dari KGB ini tak kesulitan saat mengikuti latber yang diselenggarakan ISSI Kota Madiun keesokan harinya (2/8). Salsa berhasil finis pertama mengungguli 17 atlet di kategori women. ‘’Jalurnya memang lumayan berat. Tapi, karena sebelumnya sudah cek rute dan pernah latihan di jalur nanjak, jadi nggak kaget,’’ tutur gadis 13 tahun itu.

Salsa merupakan atlet sepeda yang terbilang moncer. Siswi kelas VIII MTsN 04 Sidoarjo itu sukses menoreh juara I pada kejuaraan nasional secara berturut sejak  2018. Di Semarang pada 2018, Purworejo pada 2019, dan Bogor pada 2020. Berkat prestasinya itu, dia direkrut sebagai salah satu atlet muda KGB. ‘’Suka sepedaan sejak kelas IV SD. Awalnya masih sepeda BMX. Setelah dua tahun, baru menjajal road bike,’’ kenangnya.

Di awal berlatih, Salsa hanya melahap rute 20 kilometeran. Kini, tiada hari tanpa bersepeda. Setelah libur sekolah berakhir, dia tetap menyempatkan latihan ringan setiap sore. Namun, tak pernah kurang dari 100 kilometer setiap libur akhir pekan. ‘’Enaknya gowes itu bisa sekalian jalan-jalan. Lihat pemandangan dan lebih kenal daerah lain. Kalau di rumah terus bisa bosan,’’ ungkapnya.

Kendati demikian, tak setiap perjalanan dia mendapatkan uang saku. Karena itu, Salsa rajin menabung untuk bekal saat bersepeda ke luar kota. Hadiah yang didapatkan dari latber Pendekar Gowes kemarin juga disimpannya untuk agenda bersepeda di hari berikutnya. ‘’Kalau nggak juara, nggak bisa ke luar kota. Itu selalu menjadi motivasi saya,’’ tuturnya. *** (fin/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close