Java Kerta Meretas Jalan Raih Popularitas di YouTube

35
COVER AKUSTIK: Andit, Anita, dan Riyo, terus berkarya dengan musik melalui YouTube.

Tiga anak muda ini mencoba peruntungan sebagai YouTuber dalam wadah bernama Java Kerta. Mereka berkarya dengan meng-cover lagu dalam versi akustik.

————-

DENI KURNIAWAN, Ngawi

DENTINGAN berirama seketika terdengar setelah gitar dipetik Joko Sumariyono. Beberapa saat berselang, bait pertama sebuah lagu dilantunkan Anita Mertiana. Kolaborasi gitaris dan penyanyi berambut pendek itu menghasilkan harmoni nada yang indah di telinga.

Pada saat bersamaan, Andita Setyo Rahayu sibuk mengamati layar kamera DSLR yang merekam aktivitas tersebut. ‘’Ambil video untuk di-upload ke YouTube,’’ ujarnya dengan pandangan tak lepas dari layar kamera.

Ya, tiga anak muda yang menjuluki grupnya Java Kerta ini sedang demam YouTube. Andita Setyo Rahayu yang akrab disapa Andit merupakan kreatornya. Sedangkan Joko Sumariyono –biasa dipanggil Riyo- di gitar. Sementara, Anita didapuk sebagai vokalis. ‘’Sejak empat bulan lalu mulai aktif bertiga,’’ terang Andit.

Tak disangka, video-video cover Java Kerta yang diunggah ke YouTube mendapat respons bagus netizen. Cover lagu Kartonyono Medot Janji, misalnya, sejak di-upload 10 Mei lalu sudah ditonton lebih dari 33 ribu kali. Pun, yanya dalam hitungan bulan, channel mereka telah memiliki 1,6 ribu subscriber. Jumlah yang sudah menembus batas minimal monetize YouTube. ‘’Tinggal nunggu PIN, masih peninjauan oleh pihak YouTube,’’ terang Andit.

Andik dkk memiliki kiat tersendiri agar unggahan videonya cepat ditemukan warganet yang tengah berselancar. Salah satunya pemberian judul dengan keyword yang sekiranya kerap diketikkan netizen di search engine.  ‘’Misal meng-cover lagu A, kata kunci yang biasa dipakai orang untuk mencari lagu A itulah yang harus ada di teks supaya video cepat keluar saat dicari,’’ ujar pemuda 21 tahun ini.

Namun, hal-hal lain juga tidak boleh dikesampingkan. Andit dituntut mampu membuat judul beserta teks deskripsi pada sebuah unggahan yang pas. ‘’Semua harus berkaitan. Antara video, teks, judul, dan teks deskripsi. Pusingnya di situ,’’ ungkap warga Dusun Geger, Desa Lego Kulon, Kasreman, ini.

Selain perkara teknis, tekun dan telaten juga menjadi kunci menuju kesuksesan menjadi YouTuber. Andit dkk sempat merasakan sendiri betapa susahnya mendapat subscriber. ‘’Yang paling penuh perjuangan itu saat subscriber 500 sampai 600-an. Susah sekali tambahnya,’’ ujar Andit.

Kendati sempat pesimistis, mereka akhirnya bangkit dan terus menambah unggahan video cover akustik. Dari yang semula dua minggu sekali menjadi sekali dalam sepekan. Mereka juga mesti pandai-pandai memilih lagu yang tengah nge-hits. ‘’Kalau sudah tembus 1.000 subscriber, naiknya jadi lebih mudah,’’ sebutnya.

Semula Java Kerta menyuguhkan konten live record. Sekali bernyanyi, sekalian perekaman video. Namun, lantaran kesibukan lain yang dimiliki masing-masing, pembuatan video dilakukan terpisah. Yakni, dengan merekam gitar, kemudian vokalnya, lalu masuk tahap editing. ‘’Lumayan susah juga,’’ ujarnya.

Selangkah lagi tiga pemuda ini bakal mendapatkan pemasukan dari YouTube. Namun, buah hasil lain sudah dirasakan lebih dulu. Lantaran video cover-nya banyak yang menonton, job-job manggung mulai berdatangan. Mulai tampil di acara wedding sampai nyanyi di kafe. ***(isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here