AdvertorialMadiun

Jauhi Virusnya, Bukan Orangnya

Pesan dan Kesan Dokter RSUD Dolopo yang Sembuh Covid-19

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Husnul Millati, dokter RSUD Dolopo, Kabupaten Madiun, terbilang orang spesial. Ambil bagian sebagai garda terdepan penanganan Covid-19, perempuan 39 tahun itu sempat menjadi pasien korona. Pengalamannya selama menjalani perawatan turut dibagikan sebagai upaya menyembuhkan penderita virus asal Wuhan, Tiongkok, tersebut. ‘’Rasanya bahagia sekali pasien diperbolehkan pulang karena sudah sembuh,’’ katanya.

Husnul tertular korona dari klaster Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. Kala itu, dia sama sekali tidak menyangka bakal terjangkit. Sebab, tidak merasakan gejala klinis. Puluhan hari harus dilalui dengan isolasi. Baik mandiri maupun di rumah sakit. ‘’Yang terpenting doa, semangat, dan mematuhi bentuk pengobatan dari dokter,’’ ujarnya.

Menurut Husnul, dukungan dari orang terdekat sangat penting. Bagi yang positif, ucapan semangat dari sambungan telepon terasa luar biasa. Sementara, bagi yang tidak bisa keluar rumah karena karantina, ada kepedulian dari tetangga. ‘’Misalnya memberi makanan atau kebutuhan dapur lain,’’ terangnya.

Hingga Selasa (2/6) RSUD Dolopo merawat 49 pasien berkaitan Covid-19. Sebanyak 20 di antaranya pasien positif. Selain karena bertanggung jawab menyembuhkan, petugas medis juga rentan tertular. ‘’Ada yang rela benar-benar membatasi waktu dengan keluarga di rumah,’’ ujarnya.

Husnul berharap masyarakat yang sehat bisa mematuhi protokol kesehatan. Tidak kalah penting tidak mengucilkan keluarga pasien atau petugas medis. Dengan kalimat lain, jauhi virusnya, bukan orangnya. ‘’Karena semacam itu menjadi tekanan psikis tersendiri,’’ ungkapnya.

Ketua Tim Covid-19 RSUD Dolopo Fadila Yulistiana menyebut, petugas medis seringkali mengalami kelelahan. Salah seorang petugas nyaris pingsan karena hipoksia. Alat pelindung diri (APD) yang dikenakan membuatnya kehabisan napas. Selain itu, penglihatan salah seorang petugas juga berkurang karena terlalu lama mengenakan baju hazmat. ‘’Bagaimanapun, itu tugas kami. Sebisa mungkin disikapi dengan senang,’’ tuturnya.

Direktur RSUD Dolopo Purnomo Hadi menyatakan, pihaknya berusaha totalitas melayani. Ketika ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan penanganan Covid-19, 59 personel diterjunkan. Mulai unsur dokter, dokter spesialis, perawat, petugas farmasi, pemulasaraan jenazah, satpam, sopir, hingga cleaning service. ‘’Apa yang kami lakukan ini tidak lepas dari dukungan Bupati Ahmad Dawami dan Wakil Bupati Hari Wuryanto,’’ katanya. (den/c1/cor/ip)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close