Jatah Kursi Ketua Dewan Milik PDIP

490

MADIUN – Komposisi partai di DPRD Kota Madiun periode 2019–2024 dipastikan berubah. Demokrat yang selama dua periode berkuasa tersungkur. Posisinya digantikan oleh PDI Perjuangan. Nasib serupa juga dialami oleh Gerindra. Gerindra dipastikan bakal kehilangan kursi unsur pimpinan dewan untuk lima tahun ke depan. Tempatnya bakal digantikan oleh PKB.

Ketua DPC Partai Demokrat Kota Madiun Istono mengakui bahwa suara mereka untuk pemilihan legislatif (pileg) DPRD memang anjlok. Dengan hanya memperoleh empat kursi dari sebelumnya tujuh kursi pada pemilu 2014. ’’Tapi, secara hitungan (perolehan suara total) internal kami berada di posisi kedua,’’ ujarnya, Minggu (21/4).

Berdasar data sementara yang diperoleh Radar Madiun, Demokrat diprediksi memperoleh 15.049 suara di seluruh daerah pemilihan (dapil) pada pemilu 2019. Sedangkan, pada pemilu 2014 lalu mereka mendapat 24.587 suara.

Menurut Istono, ada sejumlah faktor yang menyebabkan suara Demokrat turun pada pemilu 2019. Seperti tidak adanya figur partai yang merepresentasikan atas pemilihan presiden (pilpres). ’’Bahwa capres-cawapres yang maju bertarung tidak membawa unsur dari partai Demokrat,’’ kata Istono.

Selain itu, lanjut dia, beberapa kader potensial mereka menyebrang ke partai politik (parpol) lain. Seperti Armaya, Sigit Ahimsa, dan Yuliana. Sementara Bondan Panji Saputro urung nyaleg. ’’Perpindahan (kader) itu membawa dampak yang signifikan,’’ ungkap pria yang saat ini menjabat sebagai ketua DPRD Kota Madiun tersebut.

Di pihak lain, Ketua DPC PDIP Kota Madiun Djatmiko Raya Saputro mengaku melonjaknya perolehan suara partai di pileg DPRD tak lepas dari unsur capres-cawapres yang diusung oleh PDIP. Terutama sosok Joko Widodo yang mempunyai pengaruh besar. ’’Selain itu, komitmen para kader-kader partai yang telah berjuang maksimal,’’ kata pria yang akrab disapa Kokok Raya itu.

Diungkapkannya, perolehan suara PDIP pada pemilu 2019 sudah melebihi ekspektasi. Karena semula hanya ingin mempertahankan perolehan suara seperti pemilu 2014 lalu. ‘’Maunya kami naiknya (perolehan suara) banyak. Paling tidak mempertahankan suara. Kalau bisa tambah. Karena capresnya adalah kader PDIP,’’ terang Kokok Raya.

Dengan demikian, otomatis PDIP bisa dipastikan mendapat jatah posisi ketua dewan. Hanya, Kokok mengaku belum bisa memastikan siapa sosok yang digadang-gadang menduduki kursi ketua DPRD.

Yang jelas, dia merasa bersyukur bisa memadukan kekuatan politik di Kota Madiun. Setelah sebelumnya pada pilkada 2018 lalu partainya juga unggul dengan menempatkan Maidi-Inda Raya sebagai pasangan wali kota dan wakil wali kota terpilih. ’’Peran eksekutif dan legislatif berbeda. Meski begitu, kader PDIP yang berada di legislatif juga mempunyai tugas untuk mengkritisi apabila kebijakan dari eksekutif dianggap yang tidak sesuai,’’ jelasnya.

Berdasar data sementara yang dihimpun litbang Radar Madiun, PDIP mendapatkan 23,815 suara dengan jatah tujuh kursi pada pemilu 2019. Jumlah itu naik signifikan dibanding perolehan suara pada pemilu 2014. Saat itu, partai berlambang banteng moncong putih tersebut mendulang 20.457 suara dengan jatah enam kursi di DPRD Kota Madiun.

Selain PDIP dan Demokrat, posisi PKB juga terangkat pada pemilu 2019. Secara perolehan suara jumlahnya diprediksi naik dibandingkan pada pemilu lima tahun lalu. Saat itu, PKB hanya meraup 10.141 suara. Sedangkan, pada pesta demokrasi tahun ini mereka berpotensi bisa mendulang 11.733 suara.

Hanya perolehan kursi mereka di DPRD Kota Madiun tetap. Hanya calon-calonnya saja yang berubah. Seperti munculnya wajah baru Agus Wiyono dan Suyarto. Sebelumnya, Agus dikenal sebagai ketua Hiswana Migas Madiun. Sedangkan, Suyarto merupakan pengawas pendidikan. ’’Dari data yang kami himpun, PKB berhak atas kursi wakil ketua DPRD. Karena masing-masing dapil kami bisa mendapat satu kursi,’’ terang Ketua DPC PKB Kota Madiun Ngedi Trisno Yhusianto.

Terkait siapa kandidat yang diusulkan menempati jabatan wakil ketua DPRD nantinya, Ngedi belum bisa memberi kepastian. Sekalipun dirinya juga digadang-gadang menduduki posisi tersebut, namun Ngedi enggan berspekulasi. Karena penentunya ada pada DPP. ‘’Berbicara soal itu (wakil ketua DPRD) masih jauh. Pelantikan saja belum kok,’’ tutur Ngedi. (her/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here