Jatah Dana Pemeliharan Terminal Purboyo Cekak

64

MADIUN – Pengelola Terminal Purboyo dituntut jeli memanfaatkan jatah dana pemeliharaan yang dimiliki. Sebab, pagu anggaran mengalami penyusutan dibanding tahun lalu. ’’Tahun ini hanya Rp 80 juta’’ ujar Kepala Terminal Purboyo Kota Madiun, Suyatno.

Dia menambahkan, tahun 2018 total anggaran yang diperoleh masih Rp 120 juta. Menurutnya, pihaknya sebenarnya memiliki keinginan untuk menata pekerja asongan dan mempercantik terminal. Namun, untuk tahun ini kemungkinan belum bisa terealisasi semua. ’’Memang anggarannya (tahun ini, Red) cekak, jadi belum bisa terealisasi sepenuhnya,’’ tandasnya.

Masih kata Suyatno, dana yang ada bakal dipergunakan untuk memperbaiki talang yang bocor, kamar mandi, serta menambal beberapa landasan pacu yang tidak rata. Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Madiun di lapangan, terlihat landasan pacu bus AKDP masih ditemukan genangan air karena permukaan yang tidak rata. Selain itu, beberapa talang yang masih bocor. Jika pada musim penghujan timbul genangan di dalam terminal, hingga meluber sampai peron penumpang.

’’Kami harus memperioritaskan perbaikan sarana dan prasarana (Sarpras) yang harus mendapatkan penanganan sesegera mungkin. Selain itu, kami harus menggunakan azas skala prioritas untuk menyiasati anggaran yang minim,’’ ujar pria asli Ponorogo ini.

Menurut dia, sesuai UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, terminal bus tipe A atau terminal bus yang melayani angkutan antar kota antar provinsi (AKAP), pengelolaannya harus dilakukan oleh Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Perhubungan. Saat ini, Kemenhub masih dalam tahap wacana merenovasi. ’’Masih menyelesaikan DED (detail enggineering design),’’ terang alumnus Universitas Jember tersebut. (mgd/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here