Jasalindo Sport Borong Podium Juara di KCC

125

MAGETAN – Para cyclist Jasalindo Sport merajai kelas Student Challenge di ajang Karismatik Cycling Community (KCC), Sabtu lalu (9/3). Semua podium juara dikuasai para atlet triatlon yang diproyeksikan masuk SEA Games di Filipina tahun ini.

Ikmal Kafa meraih predikat King of Mountain (KOM) dengan catatan waktu 33 menit 55 detik. Sedangkan, peringkat kedua jadi milik Halim Indra, kemudian Nicholas Fredrik di podium ketiga. Ada pun dua cyclist lokal masuk 10 besar. Yakni, Attilaa Bintang Lazuardi (IPSM) dan Muhammad Ashar Ghosan (WWN Ngawi). Disusul peringkat 11, Naufal Farhan, pelajar SMPN 13 Kota Madiun, yang merupakan cyclist Radar Madiun Cycling Club (RMCC) dan IPSM.

Manajer tim Jasalindo Sport Armand van Kempen menyebut, capaian di ajang KCC sudah sesuai target. Yakni, menyapu bersih kelas Student Challenge. Neta Vani Octaria, atlet Jasalindo, juga meraih predikat Queen of Mountain (QOM) pada kelas Woman Exhibition. ’’Kami bawa 11 atlet proyeksi SEA Games ke Madiun. Semuanya kompetitif,’’ ujar Armand.

Owner PT Jaya Salvage Indonesia itu menambahkan, semua atlet yang dibawa ke Kota Madiun selama ini menjalani camp di Lawang, Kabupaten Malang. Pelatihnya Cali Amaral asal Brasil yang merupakan mantan atlet triatlon olimpiade. Armand menambahkan, dalam sepekan para atlet yang digembleng libur di hari Jumat. ’’Kalau hari biasa, pagi dan sore berlatih. Mulai renang, bersepeda, dan lari,’’ tuturnya.

Dia mengatakan, para atlet Jasalindo Sport tidak bersekolah di sekolah reguler. Sebagai ganti, pihaknya menyediakan Homeschooling Kak Seto. ’’Belajarnya online,’’ sebutnya.

Siapa yang membiayai? Armand mengatakan, Jasalindo Sport ada tiga lokasi camp. Yakni, di Surabaya, Malang, dan Situbondo. Selama ini pembiayaan ditanggung dirinya. Dalam setahun, dirinya selalu mengeluarkan pembiayaan sampai Rp 3 miliar. ’’Kami rekrut dari anak-anak dari keluarga tidak mampu tapi potensial di bidang olahraga,’’ jelasnya.

Armand menjelaskan, mereka yang bergabung di Jasalindo Sport sejak masih kecil. Rata-rata masuk kelas III sampai IV SD. Selanjutnya mereka berada di asrama untuk menjalani latihan. Semua fasilitas disediakan. ’’Beberapa alumnus Jasalindo Sport juga sudah bergabung dengan tim-tim elite. Seperti Jamaludin Novardianto (PGN Cycling Team) dan Noka Wibisono,’’ ucap anak Harry van Kempen, atlet bersepeda Indonesia yang mencatat rekor pada 1956.

Manajer timnas triatlon Asian Games 2018 itu menambahkan, sebuah dedikasinya memang untuk bisa melahirkan atlet-atlet andalan. Mulai renang, lari, hingga bersepeda. Bahkan, perpaduan ketiganya di cabor triatlon. Dia kerap mengikutkan anak asuhnya di camp Jasalindo Sport di berbagai kejuaraan triatlon di Indonesia. Nyaris semuanya merebut podium. Saking kompetitifnya, pintu bergabung timnas triatlon di SEA Games Filipina diyakininya terbuka lebar. ’’Juara di Pariaman Triatlon, Jepara Triatlon, Bengkulu Triatlon, yang podium anak-anak itu semua,’’ ujar pria yang juga ketua Federasi Triatlon Indonesia (FTI) Jawa Timur itu.

Satu yang dipedomani. Yakni, kata dia, anak-anak tidak mampu bangkit dengan olahraga. Dia menjelaskan, Jasalindo Sport sejak awal punya konsep tidak berorientasi ke profit. Sebab, semua sudah ditopang perusahaannya. ’’Kami tidak mengandalkan pemerintah,’’ tegasnya. (ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here