Janoko Ponorogo Inisiatif Dropping Air Bersih ke Caluk

151

PONOROGO – Belum adanya bantuan air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo ke Caluk, Slahung, mengetuk keprihatinan berbagai pihak. Komunitas yang menamakan diri Java Innova Community (Janoko) Ponorogo misalnya. Mereka bertindak setelah mendengar kabar warga setempat kesulitan air bersih.

Janoko mendatangkan air bersih sedikitnya 32 ribu liter yang disebar di beberapa titik di desa setempat. Sebanyak 6 liter tangki menyuplai air bersih ke beberapa kolam penampungan sementara berbahan terpal yang dibuat warga. ‘’Setelah mendapat kabar, kami langsung ke lapangan,’’ kata Bangun Samudra, korlap Janoko Ponorogo.

Saat truk tangki air bersih baru datang, langsung dikeroyok warga setempat yang sudah antre sejak pagi. Mereka membawa jeriken, bak, bahkan drum untuk cadangan mencukupi kebutuhan sehari-hari. ‘’Air langsung kami salurkan ke jeriken dan bak. Sisanya kami taruh di embung sementara mereka (warga setempat, Red),’’ ujarnya.

Bangun bersama komunitasnya trenyuh melihat perjuangan warga setempat untuk mendapatkan air bersih. Warga harus rela bangun dini hari mengantre sumber air yang masih tersisa. ‘’Itu pun banyak yang tidak mendapat bagian air bersih. Padahal, untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari,’’ tuturnya.

Berangkat dari rasa prihatin itulah, komunitas pencinta mobil Innova itu mengirim bantuan air bersih. Apalagi berdasarkan keterangan yang didapatnya, warga setempat belum mendapat bantuan air bersih dari pemerintah setempat. ‘’Seharusnya ini darurat, tidak perlu harus melalui birokrasi yang berbelit. Masalah ini menjadi kewenangan dan tanggung jawab BPBD Ponorogo,’’ tegas Bangun.

Diakuinya, sebenarnya bantuan dari komunitasnya belum mencukupi kebutuhan air bersih yang diperlukan warga setempat. Idealnya, desa setempat membutuhkan kiriman 50 ribu liter air bersih. ‘’Kami usahakan bertahap, sembari menunggu langkah dari dinas terkait untuk dapat mengirimkan air bersih,’’ tuturnya.

Pihaknya berharap kiriman air bersih yang digelontorkan untuk desa setempat dapat meringankan beban warga setempat. Dia juga berharap organisasi perangkat daerah (OPD) terkait lekas berkirim air bersih. ‘’Air sumber kehidupan. Kesehatan warga setempat yang harus diperhatikan jika tidak ada air bersih,’’ tekannya.

Arianti, 39, warga setempat, mengaku lega ada yang mengirimkan air bersih. Sehingga dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari. Pun tidak perlu lagi berburu air bersih hingga dini hari. ‘’Kalau sebelumnya, kami sangat kesulitan. Sudah harus mencari dini hari, antre, tidak dapat air juga,’’ ungkapnya.

Kendati demikian, warga setempat masih menanti uluran tangan pemkab. Untuk berjaga-jaga jika memasuki bulan depan hujan tak kunjung turun. ‘’Selama hujan belum turun, kami masih mengharap bantuan air bersih dari pemerintah. Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada komunitas yang sudah peduli,’’ ucap Arianti.

Kalaksa BPBD Ponorogo Imam Bashori membantah pihaknya lalai mengatasi permasalahan krisis air bersih. Pihaknya mengklaim telah melakukan survei ke desa tersebut. Hasilnya, warga setempat membutuhkan kiriman tiga tangki air bersih tiap minggu. Namun, saat ditanya kapan bantuan dapat direalisasikan, dirinya belum dapat memastikan. ”Kami sudah survei. Tindak lanjutnya menunggu surat masuk dari pemerintah desa setempat,” katanya singkat saat dikonfirmasi wartawan koran ini sambil menyebut secepatnya bantuan air bersih segera dikirim. (mg7/c1/fin)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here