Jangan Merasa Aman

181

Kami melihat, serangan demam berdarah dengue (DBD) terus mengalami eskalasi. Dari hari ke hari, minggu ke minggu, semakin banyak yang menjadi korban. Bahkan ada yang sampai meninggal dunia. Bangsal-bangsal rumah sakit pun penuh. Kami melihatnya sendiri saat menggelar inspeksi di beberapa rumah sakit pekan lalu.

Kami juga sudah mengumpulkan data dari sejumlah rumah sakit. Rupanya, kondisi overload di berbagai rumah sakit itu salah satunya disebabkan merebaknya DBD. Informasi juga kami peroleh dari masyarakat. Bahwa selama ini upaya pemberantasan sarang nyamuk (PSN) lewat berbagai program seperti jumantik (juru pemantau jentik) belum berjalan maksimal. Padahal, kunci PSN terletak pada 3M: menguras dan atau menutup penampungan air, serta mengubur barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

Kami telah me-warning dinkes untuk bertindak. Peningkatan jumlah korban DBD menandakan penanganan yang telat. Beberapa hari lalu kami juga sudah berkoordinasi langsung dengan dinkes. Kami mengajak dinkes untuk bersikap dengan melibatkan segenap elemen masyarakat untuk menggalakkan PSN. Dari atas sampai ke bawah. Agar masyarakat juga menyadari, betapa pentingnya PSN di kala kondisi seperti sekarang ini. Jadi, siapa pun, jangan merasa aman.

Lalu, mengapa harus bersama-sama menggalakkan PSN? Karena menurut kami, fogging bukan satu-satunya cara untuk membasmi nyamuk Aedes aegypti. Jika hanya mengandalkan fogging, anggaran pemerintah terbatas. Efektivitas fogging juga tidak maksimal. Efeknya mungkin hanya satu atau dua hari. Sementara kita tahu, nyamuk Aedes aegypti dapat tumbuh dalam waktu lima hari. Itulah mengapa PSN harus digalakkan.

Kerja bakti serentak dalam memberantas sarang nyamuk harus digalakkan. Melibatkan puskesmas, bidan desa, hingga pemerintah kecamatan dan desa-desa. Sampai di level rukun tetangga (RT). Dengan bersama-sama menjaga lingkungan agar bersih dari jentik nyamuk, maka kita bisa menekan merebaknya DBD di Ponorogo. Insya Allah, dengan ini, tren DBD akan menurun. (disarikan dari wawancara/naz/c1/fin/adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here